Beranda > Bebas > SELESAIKAN MASALAH DENGAN AMALAN : JANGAN TERJERAT RENTENIR NAMUN TERPIKATLAH DENGAN AMALAN, SHOLAT DAN AL-QUR’AN

SELESAIKAN MASALAH DENGAN AMALAN : JANGAN TERJERAT RENTENIR NAMUN TERPIKATLAH DENGAN AMALAN, SHOLAT DAN AL-QUR’AN

Maraknya rentenir di berbagai kota bahkan pedesaan di Indonesia, khususnya di Pulau Lombok, yang terkenal dengan julukan Pulau seribu masjid membuat banyak  warga masyarakat menjadi resah. Terutama dari kalangan Ibu-ibu di kampung atau pedesaan dan pedagang-pedagang kecil di pasar yang cenderung memiliki tingkat finansial yang tergolong rendah.

Karena belakangan ini gerak para lintah darat ini semakin intensif bahkan cenderung berani bahkan sampai seperti memaksa dan sering mengakibatkan banyak timbul penyakit masyarakat. Dimana karena iming-iming muluk dan bahkan tidak sedikit dengan cara memaksa membuat banyak ibu-ibu yang terjerat dalam lilitan hutang berbunga yang penuh dengan riba ini. Sehingga saat jatuh tempo pembayaran, ibu-ibu yang mendapatkan pinjaman yang mudah, namun saat akan membayar harus menerima kenyataan, mereka harus membayar balik dengan jumlah dua kali lipat ataupun bahkan lebih. Hal itu begitu sulit bagi mereka sehingga mereka terkadang harus sembunyi bahkan yang lebih parahnya lagi, karena isteri tidak memberitahukan suami mereka perihal peminjaman hutang berbunga tinggi itu, membuat tidak jarang menimbulkan kekisruhan dalam rumah tangga yang berujung pada perceraian. Na’udzubillah min dzaalika.

Oleh karena begitu banyak dampak dari beroperasi para lintah darat yang seolah-olah kebal dari hukum dan kurang diperhatikan oleh pemerintah dalam penekanan bahwa rentenir ini adalah suatu kejahatan bermodus perampokan finansial secara perlahan-lahan dan sangat berpotensi meresahkan masyarakat, maka perlu sekiranya pemerintah untuk mengaktifkan kembali siskamling dalam setiap kelurahan bahkan lingkungan perkotaan bahkan perdesaan untuk mengantisipasi berkeliarannya lintah-lintah darat yang mencari mangsa untuk menjerat masyarakat terutama ibu-ibu muda yang masih lugu dalam menyusun perekonomian rumah tangganya dan rentan dihasut dan dirayu bahkan dipaksa untuk berhutang kepada mereka.
Bahkan seharusnya sebagai pengayom masyarakat, pemerintah juga semestinya menjaga warga masyarakatnya dalam segala hal kehidupannya, termasuk dalam perekonomiannya. Dimana salah satu caranya adalah berantas dan halangi gerak para rentenir dan jika memungkinkan dilakukan tindakan serius kepada para rentenir ini, karena disamping meresahkan secara hukum bahkan secara agama, dimana Pulau Seribu masjid yang didominasi oleh masyarakat muslim hendaknya untuk sedaya upaya menolong agama mereka dengan saling menasihat-nasihati untuk tidak praktik riba yakni dengan meminjam kepada para rentenir.

Dan seharusnya untuk lebih efektif penanganan masalah ini adalah bahwa dengan menyadari dalam hati sanubari masing-masing bahwa semua masalah ini akan bisa kita selesaikan dengan tuntas sampai ke akar-akarnya apabila kita kembalikan semua itu ke dalam perihal agama. Apabila kita menyelesaikan masalah dengan amalan agama dan ketaatan kepada Allah Subhaanahu wa ta’ala maka hasilnya akan sangat memuaskan.
Dimana untuk masalah finansial, maka Allah subhaanahu wa ta’ala melalui Rasul-Nya yang mulia, Baginda Nabi Muhammad Shallollohu ‘alaihi wasallam telah memberitahukan bahwa jika kita senantiasa menjaga Sholat 5 waktu berjama’ah maka kita akan diberikan keberkahan dalam rezeki kita. Dimana, Sholat 5 waktu ini merupakan suatu amalan yang utama.

Untuk keberkahan rezeki juga bisa kita amalkan Sholat Dhuha mulai jam 8 pagi sampai dengan jam11 siang.

Untuk ditunaikan hajat-hajat kita oleh Allah subhaanahu wa ta’ala, bisa kita melakukan Sholat hajat dan senantiasa membaca Surat Yaasiin setelah selesai sholat subuh berjama’ah. Dan agar terhindar dari kefaqiran senantiasa membaca Surat Al-Waqi’ah setiap malam.

Nah, apabila kita melakukan ini dengan penuh keyakinan dalam hati, bahwa hanya Allah subhaanahu wa ta’ala yang dapat menyelesaikan semua permasalahan hidup, maka insya Allah semua permasalahan, baik jodoh, impian, cita-cita dan khususnya masalah finansial akan Allah Subhaanahu wa ta’ala selesaikan dengan sempurna.

Lalu, untuk menjaga keluarga kita, istri dan anak-anak kita dari fitnah-fitnah akhir zaman, termasuk tipu daya rentenir ini, maka kita senantiasa hidupkan suasana agama dalam rumah kita, sehingga dalam rumah kita akan Allah subhaanahu wa ta’ala turunkan sakinah dan rasa saling menyayangi dan sifat qana’ah dan terhindar dari gaya hidup hedonis yang setiap saat di promosikan oleh media massa yang ujung-ujungnya menumbuhkan sifat tidak pernah puas dan ingin hidup enak dan tak peduli mendapatkan harta dari cara apapun, halal maupun tidak halal. Sehingga apabila di dalam rumah kita ada ta’lim atau pembelajaran tentang agama dan ada kerjasama serta saling menasihat-nasihati dan ada rasa saling peduli dalam suatu masyarakat serta ikut berperannya pemerintah sebagai pengayom masyarakat, insya Allah ikhtiar seperti ini akan Allah subhaanahu wa ta’ala ridhoi untuk engantisipasi dan membendung berbagai jenis Ancaman, Tantangan, Hambatan, Gangguan yang bisa berupa serangan pemikiran, pekonomian, gaya hidup, dan paling fatal adalah serangan pada aqidah – yang salah satunya melalui usaha riba ini-  yang dapat mengoyak tatanan hidup masyarakat dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia yang kita cintai ini. Insya Allah semoga Allah subhaanahu wa ta’ala menyelesaikan masalah kita bersama ini dan menjadikan Negara kita, Indonesia pada umumnya dan Daerah Nusa Tenggara Barat, khususnya Lombok kita yang tercinta ini sebagai pulau yang banyak memiliki Masjid, tuan guru yang ahli dalam agama ini, bahkan pondok pesantren ini dapat terlepas dari praktik Riba yang sangat dibenci oleh Allah Subhaanahu wa ta’ala ini. Aamiin Yaa Robbal ‘aalamiin.

Kategori:Bebas
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: