Beranda > Muslim > Pelajaran Hidup…( Adam Dan Hawa Akhir Zaman )

Pelajaran Hidup…( Adam Dan Hawa Akhir Zaman )

Hidup ini memang adalah suatu pelajaran…

Pelajaran tentang bagaimana arti kesabaran, ketabahan dan kebulatan tekad menggapai tujuan..

Hidup di Dunia ini pun juga merupakan suatu ujian…

Ujian terhadap komitmen dan keistiqomahan suatu pilihan dan amalan…

Terkadang, ada yang bisa kita dapatkan dan terkadang ada yang ” belum” bisa diraih..

Ada yang mudah untuk dipenuhi, namun tidak jarang juga, ada yang begitu susah untuk diusahakan…

Itulah hidup…Itulah Pelajaran dan itulah Ujian…

Sehingga Ar-Rahman mengirimkan agama melalui Rasul dan Nabi-Nya untuk memberitahu hakikat ini..

Agar Adam dan Hawa tidak berputus asa dengan ampunan-Nya..

Agar Yunus dalam perut Ikan, tidak putus asa dengan pertolongan-Nya..

Agar Nuh dan kaumnya dalam bahtera, tidak terkena adzab-Nya..

Agar Baginda Nabi yang Agung, Muhammad Shollallohu ‘alaihi wasallam beserta umatnya dimuliakan oleh penduduk langit dan Bumi sebagai kekasih-kekasih-Nya..

Agar Adam Akhir Zaman dan Hawa Akhir Zaman tidak berputus asa dengan Taqdir-Nya saat dalam penantian…

Dalam suatu Bayan Shubuh beberapa waktu yang lalu, teringat kembali sebuah kisah yang menyentuh kalbu ini…Bayan subuh yang sepertinya biasa saja, namun sampai dengan kisah tadi, diri ini menjadi “kerdil”.. Kisah yang dimana seorang Karkun ( Pekerja Dakwah ) yang  senantiasa berdo’a memohon untuk dikirim oleh Allah ke Negeri Para Wali yakni India, Pakistan dan Bangladesh. Namun sampai belasan tahun ia berdoa, dengan penuh tangisan air mata dan harap, Allah masih saja belum mengabulkan doanya.

Tangisan yang penuh harap tadi, bahkan sampai mengguncang Arsy-Nya Allah dan membuat para Malaikat pun bertanya-tanya, kenapa Allah Yang Maha Pengasih dan Pengabul Doa masih saja belum mengabulkan asa Karkun tadi. Sehingga dengan rasa penasaran, Para Malaikat pun bertanya kepada Allah.

” Wahai Allah Yang Maha Pengasih… Si Fulan, sudah menangis dan berdoa kepada-Mu sekian lama…Tetapi belum juga Engkau mengabulkan doanya. Padahal Engkau berjanji akan mengabulkan doa orang yang bertaqwa dan penuh harap kepada-Mu?

Lalu Allah pun menjawab pertanyaan Malaikat tadi dan berkata ” Aku memang sengaja tak mengabulkan doanya…

KETAHUILAH….
AKU TAK MENGABULKAN DOANYA..
BUKAN KARENA AKU TAK MAU MENGABULKANNYA, TAPI…ITU KULAKUKAN,
AGAR IA SENANTIASA BANGUN DI SEPERTIGA MALAM
KEMUDIAN BERDOA LALU MENANGIS DAN BERHARAP KEPADA-KU…
KARENA SETIAP MALAM AKU MERINDUKAN SAAT ITU,
RINDU  DENGAN TANGISANNYA ITU,
RINDU DENGAN RENGEKAN-RENGEKANNYA
SETIAP MALAMNYA…

Air mata ini pun mengalir ke pipi..membasahi janggutku…menetes di rida-ku…

Sadar akan diri ini yang  mengharap sesuatu yang besar, namun pengorbanan masih kecil…

Tapi Yaa robb..Ampunilah hamba dengan kelancangan ini..

hamba mohon kirimkan hamba untuk  “segera” menyusuri jejak-jejak para Anbiya, Shiddiqiin, Syuhada dan Sholihin menemukan ridlo-Mu..

Mesti mengorbankan jiwa, rasa, diri, harta dan semua yang ada di Dunia ini…

Hamba tak sabar saat menyusuri jalanan Kota Delhi, Nizhamudin…Shuhbah kepada para Masyaikh..

Sholat dan Taklim di Masjid Raiwind, Pakistan dengan Ulama-Ulama Dakwah yang wara’ dan Faqih…

Silaturrohmi kepada Saudara-Saudara Muslim yang penuh kehangatan bak Para Sahabat R.Anhum di Dhakka, Bangladesh..

Jika Engkau penuhi, Hamba berjanji akan merengek-merengek, menangis, berharap kepada-Mu melebihi karkun itu…

Sampai nanti jiwa ini Engkau panggil lagi…

Dakwah Maksud Hidup..

Mati-Matian Dalam Dakwah..

Mati Dalam Dakwah..

Dakwah Sampai Mati

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: