Beranda > Multivitamin Pengetahuan > SURGA TERLALU LUAS UNTUK DIRIMU SENDIRI….

SURGA TERLALU LUAS UNTUK DIRIMU SENDIRI….

Bismillahhirrohmaanirrohiim…

Assalaamu’alaikum warohmatullohi wa barokatuh..

Alhamdulillah, puji syukur kehadirat Allah subhaanahu wa ta’ala, yang masih memberikan kita nikmat Iman dan Islam, nikmat yang terbesar, karena dengan nikmat ini, maka manusia ini bisa selamat dari azab dan siksa-Nya..

Shalawat dan salam senantiasa kita haturkan untuk Baginda Rasulullah Shollallohu ‘alaihi wa sallam..Amma ba’du…

FASE PERJALANAN SPIRITUAL

Hmm, sudah lama rasanya, tidak berbagi pengalaman dan ilmu dengan menulis di Blog ini dan alhamdulillah, Allah memberikan saya kesempatan untuk menuliskan pengalaman saya selama ini, sebuah pesan dan nasihat yang semoga dicatat sebagai amalan tak terputus sebagai penebus segala salah, khilaf dan pemakaian waktu yang banyak untuk hal yang sia-sia selama ini…

Jujur, saya ingin sedikit berbagi pengalaman dan nasehat juga kisah dengan saudara-saudari..Insya Allah bukan untuk menggurui, menyombongkan diri juga bukan untuk menghakimi.

Namun insya Allah, saya niatkan semua ini untuk memberikan pengetahuan dan sebagai suatu amalan, meski hanya kecil, semoga pelajaran ini dapat memberikan inspirasi, dan puji syukur, jika kemudian dapat memberikan suatu ilmu dan menyentuh hati, kemudian diucapkan oleh lisan dan kemudian digerakkan melalui badan dalam sebuah amalan yang istiqomah…dengan niat ilallah…Insya Allah..amiin amiin amiin!!

Baik, dengan jujur saya menceritakan bahwa Selama 2 tahun ini saya  mengalami suatu pergulatan spiritual…

Dimulai dengan saya mulai mengamalkan suatu amalan yakni dzikir dengan menggunakan asma’ul husna (setelah selesai sholat)…Dimulai dengan amalan Yaa Rozzaq ( Maha Pemberi Rezeki), Yaa Salaam, dan lainnya…( saya biasanya  paling banyak membacanya saat dalam perjalanan menuju tempat bekerja yang cukup jauh )…

Amalan ini istiqomah saya jalankan, dan alhamdulillah, Allah memberikan saya rezeki yang cukup banyak, keselamatan dan perlindungan-Nya dalam setiap perjalanan, baik saat menuju kantor dan pulang sampai rumah. Sampai hampir setengah tahun kemudian, ada rezeki Allah yang lebih besar diberikan kepada saya…

Rezeki itu adalah Kesempatan untuk mempelajari Bahasa paling mulia, dunia dan akhirat…Bahasa para penghuni syurga…Ya!! Bahasa itu adalah Bahasa Arab di sebuah Ma’had ( Universitas ) (alhamdulillah dengan biaya yang relatif murah, jika tak mau dikatakan seperti dapat beasiswa )…he2

Alhamdulillah, Dengan niat sederhana untuk mengetahui apa arti bacaan yang saya baca dalam sholat dan memahaminya sehingga saya lebih khusyu’, maka dimulailah  FASE PERJALANAN SPIRITUAL-ku yg kedua…

Ditengah himpitan  dan jerat duniawi, kesibukan Pekerjaan dan tugas sebagai seorang suami dan Bapak, dengan keMAHA KUASAAN-NYA, Allah memberikan saya sebuah jalur/ lorong yg seolah-olah saya seperti dimudahkan untuk tetap bisa menimba ilmu, meski secara nalar akal, jam kerja dan waktu kuliahku tidak bersahabat…dan tidak mungkin rasanya dapat dilakukan aktivitas itu dalam sehari.. Allahu Akbar!

Dalam mengarungi rutinitas ini, saya berjumpa dan memahami sebuah hadits yang sangat membekas dalam hati, karena saya sudah mengalaminya sendiri…hadits agung itu berbunyi :

“Barangsiapa yang dikehendaki Allah kebaikan, maka difaqihkan (diberi pemahaman) ia tentang ilmu agama.”

[HR Bukhari, Muslim: 3/175]

Saya betul-betul merasakan Allah begitu menghendaki kebaikan kepada diri saya ini…

Dari level terendah saya memulai belajar Bahasa Arab, yakni level Tamhidiy ( Dasar)..

Meski kerap dipandang sepele, namun justru di kelas ini, saya menemukan “kebaikan” itu…yakni jalan untuk mulai memahami agama mulia ini…

Di Kelas ini, saya menemukan banyak teman yang membuatku termotivasi memperdalam ilmu agama dan cabang ilmu, yg membuatku berkenalan dengan paham-paham juga aliran-aliran, politik Islam, organisasi penyeru Khilafah…Namun yang paling berkesan adalah Ilmu tentang AL-QUR’AN…( sehingga kemudian, saya memutuskan untuk “S2”, maksud saya, saya kuliah di 2 tempat, yakni bahasa Arab dan kuliah untuk Hafidz Al-Qur’an )

Di Kelas “TK” (saya sebut seperti ini, karena benar2 kita diajar ngomong bahasa Arab seperti anak TK..he2)  ini, kami mulai menghafal Al-Qur’an, mulai dari juz 30..( karena keterbatasan, kami hanya disuruh menghafal sebagian surat saja yakni : An-Naba, An-Nazi’at, Al-Abasa, At-Takwiir, Al-Infithoor, dan Al-Muthoffifiin…Alhamdulillah, 1 semester itu telah merubahku, insya Allah menjadi lebih baik…( hafal beberapa surat AL-Qur’an )

Kemudian, Allah memberikanku kembali ujian menuju ke FASE PERJALANAN-ku yang ke-3..

sembari kuliah, perkenalanku dengan dunia Blog dan Facebook, yang sebelumnya hanya untuk ajang silaturrohmi dan menulis (terkadang) hanya status tak berguna dan sepele spt “baru habis lunch nih, pake bakso..ato seperti ” AC Milan menang 3-0 atas Lecce” dan hal remeh temeh lainnya..

Dengan kekuasaan dan Kebijaksanaan Allah memberiku petunjuk dan kelapangan untuk membuka kemudian membaca lalu mempelajari sebuah blog yang amat sangat menarik, yakni Blog mistisfiles yang ditulis oleh Cikgu Srikandi (seorang blogger dari Tanah Melayu, Malaysia) yang menyentak dan mengguncang akal pikiran…mengenai sejarah dan tanggung jawab Bangsa Melayu di akhir zaman, yang kemudian dilengkapi dengan sebuah halaman FB dinar emas, yang melengkapi ilmu penting yang saya pelajari mengenai ilmu akhir zaman…

FASE PERJALANAN SPIRITUAL YANG KE-3 pun resmi dimulai…

Dinar, dirham juga beberapa komoditas saya kumpulkan…

Artikel dan forum diskusi di halaman Dinar Emas senantiasa saya nanti dan ikuti..Bahkan peringatan demi peringatan begitu menggetarkan hati…

Seluruh tabungan saya, untuk pendidikan anak, hari tua, untuk berhaji—saya TARIK/REMOVE dari Bank2!!

Begitu luar biasa, pengaruh halaman FB ini…Dan saya berterimakasih kepada Allah, telah memberikan ilmu-Nya melalui manusia-manusia berani dan cerdas pembuat Akun Halaman FB Dinar Emas dan Blog MistisFiles serta Ulama jg ahli Ilmu Eschatology seperti Syeikh Imran Hussein..

Namun kemudian Allah memberikan kepahaman…Ilmu dari mereka adalah dasar/pintu menuju ilmu yg lebih tinggi lagi…

sesuai dengan pesan mereka bahwa: ” ilmu ini tidak hanya bisa didapat dari internet saja …” Saya pun mencari dan mencari…

Setelah pergulatan batin kemudian ilmu juga spiritual…melalui diskusi, pencarian ilmu, doa juga sholat hajat…( trims utk saudara Faiz Abd Wahab )…

Tasawwuf kah jalannya?????

Pencarian demi pencarian saya lakukan….Namun Allah Maha Penyayang dan Maha Mendengar..

Ditengah kebingungan dan penantian menemukan guru mursyid, Allah menunjukkan sebuah jalan…Tasawwuf??

BUKAN…ternyata BUKAN TASAWWUF jawaban doa ditengah malamku…jawaban doa sholat hajatku…bukan dia,,,

Lalu APA???

Allah kemudian memberiku kesempatan untuk memperjalankan diriku yang dhoif ini dalam FASE PERJALANAN KE-4!!

Dan disinilah diri ini, masih mengawali FASE KE-4 ini…

FASE ini dimulai setelah pergulatanku terbayar lunas oleh amalan dan niatku…

Selama setahun sebelumnya, saya melaksanakan puasa Dawud…(alhamdulillah)

Ditengah keterbatasanku, amalan puasa sunnah paling utama ini menumbangkan segala kebodohanku, mengurangi kelemahanku, meningkatkan kekuatanku…maka, 2 tahun pergolakan batin, spiritual, agama…1 tahun menempa lahir bathin dengan Puasa Dawud..

amalan-amalan dzikir, sholat tahajjud, sholat hajat, sholat taubat…dzikir asmaul husna…

Terobati ketakutan, terjawab pertanyaan, terbayar lunas pengorbanan (yang baru sedikit) oleh Allah yg Maha Adil, Maha Mengetahui, Maha Kuasa, dan Maha atas segala Ke-Maha-an!!

Dilunasi oleh waktu yang singkat namun penuh makna..3 HARI…3 Hari??????

hanya 3 hari untuk jawaban semua itu???

Betul…hanya 3 hari saja…:)

3 hari yg membuatku…menemukan hakekat hidup…menemukan misi dan visi kedepan…menjawab semua… menghilangkan semua ketakutan…dan yang terutama adalah MENEGUHKAN KEIMANAN…

Yaa..Saudara mungkin tahu, kemana selanjutnya tulisan ini akan bermuara… 

3 Hari bersama saudara-saudaraku, keluar di Jalan Allah ( Khuruj Fii Sabiilillah)..

Berawal di sebuah malam jum’at, saya berpamitan kepada Istri ( semoga Allah memberikan kepadamu dan putera kita, hidayah dan keberkahan hidup juga kepahaman agama serta Iman yang sempurna) karena telah rela melepas saya keluar di jalan Allah selama 3 hari, amiin)….

Kemudian dengan mantap, saya berkumpul dengan jama’ah di sebuah Masjid Raya…Selesai Sholat Isya’ berjama’ah, kami mendengarkan ceramah yang merasuk kalbu…Setelah selesai, saya diajak oleh saudaraku yang mengajakku untuk keluar di Jalan Allah ini, untuk Tho’am (makan malam)…

Dengan hangat, dia mempersilahkan saya duduk dan di ruangan Masjid telah tergelar soprah ( kain untuk meletakkan nampan )…diatasnya telah ada nampan berisi lauk sederhana…Kami berempat duduk dengan sunnah Rasul, makan dengan sunnah Rasul…Berjama’ah….( hidangan dengan lauk tahu, sayur kangkung plus sambal itu terasa nikmat)

Setelah kami selesai Tho’am, kami pun duduk dengan khidmat untuk mendengarkan Bayan Hidayah…Sebuah rangkaian sebelum kami terjun untuk keluar di jalan Allah…Rangkaian pesan, nasehat dan hadits yang mulia merasuk dalam kalbu dan menentramkan jiwa…Dari tho’am itu, kemudian Bayan Hidayah kemudian perjalanan FASE Ke-4 ini pun dimulai….

Pertanyaan demi pertanyaan yang selama ini mendekam dalam kusutnya otak, tiba-tiba Biiznillah, terurai dengan sempurna menjadi benang lurus, yang penuh kejelasan…

HAKIKAT MANUSIA…

Ketenangan menjadi sahabatku…Iman pun semakin menjadi modalku..Ilmu dan Taqwa menjadi landasanku…Namun dari jama’ah yang tawadhu ini kutemukan bahwa :

ILMU tanpa IMAN, itu akan menghancurkan..dan IMAN tanpa ILMU itu tidak sempurna…

Namun yang luar biasa itu adalah :

IMAN dan ILMU akan menjadi satu kesatuan yang penuh berkah dan dapatkan ridlo-Nya jika DIAMALKAN, DISEBARKAN DAN DITABLIGHKAN ( untuk mengajak banyak orang  melaksanakan ajaran Islam ini dengan kaffah)….

Dalam jama’ah ini saya temukan jawaban-jawaban… 

AMALAN SELAMA 3 HARI & SAHABAT-SAHABAT BARU

Selama 3 hari, saya dimuliakan dengan baik oleh Sahabat-sahabat baruku..

Dan selama 3 hari, mulai dari malam jumat, sampai malam senin, informasi dan komunikasi dengan keluarga dirumah, sengaja tidak saya lakukan (mematikan handphone), guna hanya  memikirkan akhirat dan khusyu’ melaksanakan ibadah…suatu cara untuk lepas dari kehidupan duniawi…

Sedikit saya ceritakan Jadwal 3 hari saya di Masjid saat itu adalah :

jam setengah 4 dinihari, bangun tahajjud…sampai masuk waktu subuh..Sholat subuh jama’ah, kemudian dilanjutkan dengan Bayan ( membaca beberapa hadits tentang keutamaan Iman, atau kisah para sahabat )..

Pokoknya tidak ada ruangan untuk memikirkan Dunia..yang ada adalah bagaimana memperbanyak ibadah, mengusahakan agar sholat khusyu’ dan menanamkan kecintaan kepada sunnah dan paling utama memantapkan Iman…

 “Sesungguhnya didalam Sunnah ada kejayaan..”

Alhamdulillah, selama 3 hari itu, Tahajjudku cukup banyak, sholat sunnat semakin banyak (terutama hajat)..doa dan dzikir senantiasa tak terlupa…( memohon agar Allah merubah diri saya, agar makin sempurna Imanku, Paham Agama dan insya Allah, semoga keluarga diberikan hidayah dan pemahaman agama juga )

Dalam 3 hari itu, saya menemukan sahabat-sahabat baru..

Dan salah satu sahabat baru saya itu menjawab pertanyaan saya tentang akhir zaman…

Sahabatku itu menceritakan sebuah Karquzari (pengalaman) dari seorang syaikh yang senantiasa menyibukkan dirinya dalam beribadah kepada Allah dan mendakwahkan ajarannya..Kemudian ada seseorang jama’ah yang bertanya kepada syaikh tadi, mengenai akhir zaman dan mengapa Syaikh kerjanya hanya beribadah dan berdakwah saja..

bukan malah ikut membantu perjuangan saudara2nya yang tertindas di Palestina dan Afghanistan??!

Lalu, Syaikh tadi mengambil Sebuah guci besar yang didalamnya berisi batu-batu hitam yang keras. Lalu diminta kepada jamaah yang bertanya tadi, untuk menutup guci itu… Setelah ditutup, beberapa saat kemudian syeikh meminta guci itu untuk dibuka..Lalu??

Dengan Izin Allah…Semua batu tadi sudah terpecah menjadi butiran2 pasir…MASYA ALLAH!!

Lalu, Syaikh itu menepuk pundak Jamaah yg keheranan itu…Syaikh berkata, Jika kami mau, dari ruangan ini.. kami, dengan izin Allah, akan mampu meledakkan Negara-negara kafir beserta seluruh isinya!!

Namun, kami jika melakukan itu maka sungguh saya akan merasa sedih…Karena Allah menugaskan KITA untuk MENYEBARKAN AGAMA INI KEPADA MEREKA…Dan jika kami melakukan peledakan itu, maka apalah artinya Islam itu sebagai Rahmatan Lil ‘Aalaamiin ( rahmat untuk seluruh alam dan isinya)!!

Masya Allah!! Kisah itu begitu membekas dalam sanubari dan membuatku semakin yakin bahwa inilah yang saya cari selama ini..

Sebagaimana kisah Nabi Muhammad yang menangis melihat rombongan pengiring jenazah yang memikul jenazah seorang yahudi.. Sehingga ada sahabat yang bertanya, mengapa Rasulullah bersedih…Rasulullah menjawab : Saya merasa sedih karena Yahudi itu belum tercerahkan oleh Cahaya Islam (memeluk Islam)..

Jadi….INILAH JALAN ITU!!

Itulah ruh dari Jamaah ini, yang begitu menenangkan hati..Semua yang saya cari ada disini!!

Memang benar kata Cikgu Srikandi…”Manusia akan menjadi musuh bagi apa-apa yang tidak diketahuinya”

Sebelumnya saya begitu risau dan tidak senang dengan gerakan Jama’ah ini, yang banyak menyebutnya sebagai Jamaah Tabligh…Ada yg mengatakannya bid’ah karena amalan mereka tidak ada dlm syariah…Misalnya keluar di jalan Allah selama 3 hari, 40 hari bahkan 4 Bulan.

Namun, setelah mencobanya langsung…saya langsung diberi kepahaman oleh Allah…bahwa inilah THARIQOT (JALAN) yang sesungguhnya!!

Selama 3 hari, saya memperhatikan tidak ada yang menyimpang dan sesat dalam amalan jama’ah ini..Bahkan amalan jama’ah ini saya pikirkan sebagai sesuatu yang benar-benar KOMPLET!!!Kenapa??

Semua yang dilakukan ternyata bersumber dari Sunnah dan intinya adalah mengenai KEIMANAN!!

Dan kesempurnaan amalan yang diajarkan dari Rasulullah ini adalah menyebarkan ajaran Islam kepada seluruh manusia, terutama yang terlebih dahulu adalah Muslim sendiri…

Sebagaimana Firman Allah SWT Dalam Surat Al-Ashr :

1. Demi masa.

2. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian,

3. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.

Sehingga dengan keluar dijalan Allah, maka kita melaksanakan tugas yang diberikan Allah kepada kita, sebagai Khalifah bagi diri kita, juga pemimpin bagi keluarga dan ruang lingkup yang lebih luas. Juga melaksanakan tanggung jawab yang dibebankan oleh Rasulullah saat Khutbah di Haji Wada’…

Berikut petikan Khutbah terakhir Rasulullah :

Sesungguhnya, aku tinggalkan kepada kamu dua perkara, yang sekiranya kamu berpegang teguh dan mengikut kedua keduanya, nescaya kamu tidak akan tersesat selama-lamanya, itulah Al-Quran dan Sunnahku. Hendaklah orang-orang yang mendengar ucapanku, menyampaikannya kepada orang lain, dan hendaklah orang lain itu menyampaikan pula kepada yang lain. Semoga yang terakhir lebih memahami kata-kataku dari mereka yang mendengar terus dariku.

Saksikan yaa ALLAH, bahwasanya telah aku sampaikan risalah-MU kepada hamba hamba-MU.

Perhatikan Kata-kata yang dicetak tebal diatas…INILAH TUGAS KITA SEBAGAI UMAT NABI MUHAMMAD!!

Yaa! Inilah tugas kita…

Sehingga Saya dengan sengaja menulis judul artikel ini : SURGA TERLALU LUAS UNTUK DIRIMU SENDIRI….maksudnya adalah mari kita jangan hanya beribadah untuk diri sendiri saja, tapi dibarengi juga dengan berdakwah!

kita jangan hanya memiliki ilmu, namun tidak mengamalkannya dan dengannya kita tidak mengajak orang untuk semakin taat kepada Allah..Kita berjamaah di Masjid, namun adik, putera kita, orangtua kita, kakak kita, tetangga kita, sahabat kita,  tidak kita ajak untuk ikut sholat berjamaah..

Kita membaca Al-Qur’an setiap hari, namun kita tidak mengajak keluarga kita, tetangga-tetangga kita untuk mentadabburi AL-Qur’an….

Kemaksiatan itu berawal dari ketiadaan dakwah, taklim dan saling nasehat-menasehati..Sehingga jangan kita merasa cukup diri kita saja yang masuk surga, tapi mari kita ajak banyak orang untuk ikut dengan kita…menuju jalan ke surga…insya Allah!

!Sehingga inti amalan Jama’ah ini adalah berdakwah..Dan ini bukan barang baru atau bid’ah, karena sejatinya ini adalah AMALAN RASULULLAH!!

Pernah membaca kisah dakwah Rasulullah kepada pamannya yang kafir, yakni Abu Lahab??Ya…hampir 20 kali lebih Rasulullah berkunjung ke rumah Abu Lahab untuk mendakwahkan Islam, agar Abu Lahab masuk Islam!!

Subhaanallah…Kenapa Rasulullah sampai sedemikian rupa berdakwah kpd Abu Lahab??Karena begitulah amalan Rasulullah…Rasul tahu bahwa Setiap manusia itu akan bertanggung jawab kepada setiap yang dipimpinnya…Jika ada keluarga atau orang terdekat yang belum didakwahi maka nanti di akhirat, akan diminta pertanggung jawabannya. Apalagi tugas utama Rasulullah adalah wajib untuk berdakwah!

Sehingga yang membuat Rasulullah itu adalah Rasul yang paling utama daripada Rasul dan Nabi yang lain adalah karena amalan Dakwah ini…Rasulullah diutus untuk seluruh Jin dan Manusia…Sehingga jika digabungkan amalan para Nabi dan rasul sebelumnya, sesungguhnya takkan bisa menyamai pahala dari Amalan Rasulullah…Subhanallah!!

Asbab apa??

Yaitu tadi itu..Dakwah IlaLLah!!

Sehingga setiap pahala kebaikan orang-orang yang diajak untuk berbuat baik akan mengalir kepada orang menyampaikan ajaran kebaikan yakni Islam..tanpa mengurangi pahala orang yang melaksanakan kebaikan tadi..

Oleh karena itu, pahala amalan umat Islam, mengalir deras kepada Baginda Nabi tercinta, Rasulullah!! Allahu Akbar!!

Kemudian, ketakutan mengenai Dajjal ,juga War Of The War III, juga ancaman2 lainnya,  dengan gamblang dipaparkan oleh para sahabat-sahabatku dan cara mengantisipasinya pun begitu mudah..

Bahwa, seberapa banyak emas, dinar juga hewan ternak yang kalian simpan…jika tidak ada keimanan, maka hal itu tak akan berarti..!! Karena nilai manusia dari sudut pandang Allah adalah seberapa tinggi Imannya…luar biasa benarnya:)

” LEBIH BAIK MATI DENGAN HANYA SEHELAI PAKAIAN TERSISA TAPI IMAN SETINGGI GUNUNG, DARIPADA EMAS SEBANYAK GUNUNG, TAPI MATI TANPA IMAN “

Dengan keluar 3 hari, semua ketakutan itu hilang…Yang lebih saya takutkan sekarang adalah Bagaimana agar saat mati nanti, Iman saya teguh…ada La Ilaha Illallah!!

Sehingga, ingin rasanya saya meniru para sahabat, seperti Sayyidina Abu Bakar ra., yang membawa seluruh hartanya untuk keluar di jalan Allah..karena imannya begitu kuat. Bahwa setiap harta yang digunakan dijalan Allah, imbalannya adalah pahala berlipat-lipat.

Sebenarnya masih banyak hal yang ingin saya tulis disini, namun karena keterbatasan maka hanya inilah yang bisa saya bagi…Nasehat saya kepada kalian saudara-saudariku…

Sesungguhnya umat ini diberikan tanggung jawab…

Bukan hanya untuk menjalankan agama secara benar dan kaffah …

Akan tetapi mengajak seramai mungkin umat muslim..

menuju jalan kebenaran…

( “Jangan hanya dirimu sendiri yg masuk syurga, namun ajaklah sebanyak mungkin…dari ahli keluargamu, tetanggamu dan 40 baris orang disekitarmu…”)

Semoga Allah memberi kekuatan…amiin yaa robbana..

Sebagai awal, mari kita keluar mendakwahkan ajaran mulia ini…sebarkan kepada Keluarga, tetangga kita..Desa, Kota, Provinsi, Negara, sampai Dunia bahkan seluruh Alam…insya Allah..

Namun terlebih dahulu, cobalah keluar 3 hari…rasakan kenikmatan yang diberikan kepada orang-orang yg dipilih-NYa…Dan senantiasa doakan saya agar istiqomah di jalan ini…doakan agar Iman saya senantiasa mantap (sampai akhir hayat, amin) serta doakan agar dalam waktu dekat, saya istiqomah keluar 40 hari, lalu merasakan suasana yang luar biasa dan memantapkan iman di India, Pakistan, Bangladesh selama 4 bulan sebelum akhirnya menunaikan sholat dengan pahala ribuan2 kali lipat di Masjid Nabawi (Umroh dan Haji)….Insya Allah..

Semoga saudara-saudariku diberikan kepahaman dan ikut dalam kerja menegakkan dakwah..Amalan Rasulullah yang semakin asing ditengah fitnah Dajjal dan fase menuju akhir dunia…Dan sesungguhnya inilah sebaik2 Ilmu akhir Zaman….Ilmu tentang Iman dan menyebarkannya….
Wallahu a’lam..

Salam Persaudaraan dalam Islam,

Saudaramu,
Oman Febryan

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: