Beranda > Multivitamin Pengetahuan > MARI MENUNTUT ILMU YANG UTAMA, SAUDARA-SAUDARIKU…

MARI MENUNTUT ILMU YANG UTAMA, SAUDARA-SAUDARIKU…

Bismillahhirrohmaanirrohim..
Kubersaksi tiada Tuhan selain Allah,
Kubersaksi Nabi Muhammad adalah Rasulku, Penutup Para Nabi..

Assalaamu’alaikum…

Alhamdulillah, Allah masih memberikan kita nikmat, yakni nikmat IMAN, juga kesehatan sehingga kita dapat dengan riang gembira membaca artikel sederhana namun insya Allah penuh makna ini..

Dimana, catatan ini saya tujukan khusus untuk para pencari ilmu, yang gemar mencari ilmu dan mengamalkannya.Tentunya ilmu yang dituntut adalah ilmu untuk kebaikan…bukan ilmu “hitam”:)

Dimana sama-sama kita ketahui berdasarkan karya dari Imam Ibnu Al-Jauzy dalam Kitabnya yang tersohor yakni Shaidul Khotir dijelaskan bahwa umur itu terbatas sedangkan ilmu itu tak terbatas. Sehingga manusia yang arif & cerdas adalah manusia yang mempelajari ilmu yang utama.

Klasifikasi Ilmu yang dapat saya simpulkan menurut Karya Syeikh Ibnu Al-Jauzy dalam Kitab Shoidul Khotir yang diurutkan berdasarkan keutamaannya adalah :

1. Ilmu Al-Qur’an ( Menghafalnya, lalu Qiraat / cara membacanya yang sampai 7 cara, tafsir dan asbabun nuzul/ sejarah turunnya ayat Al-Qur’an dll )
2. Ilmu Hadits ( Periwayatan, Cara menentukan kesohihan hadits, kisah para pengumpul Hadits dll)
3. Ilmu Bahasa Arab ( Nahwu dan Shorof juga sastra dll )

4. Ilmu Fiqih ( Fiqih berdasarkan masing-masing Madzhab, khilafiyah dan perbedaan masing2 madzhab )
5.  Sejarah Nabi dan Para Auliya ( Kisah2 Nabi dan Rasul, juga para ‘alim soleh )

Nah pertanyaannya adalah :
“Hmmm, apakah sejak kecil kita sudah mempelajari ilmu yang utama ini ya??”

Kenyataannya pendidikan di negeri ini, lebih mementingkan ilmu yang sepersekian persen saja kehebatannya. Karena sejak kecil, kurikulum aneh ini membuat kita sejak kecil sudah direcoki dengan ilmu yang tidak terlalu penting, karena pada dasarnya Ilmu seperti matematika, fisika, biologi merupakan pecahan/tetesan dari Ilmu utama tadi. Sehingga janganlah merasa heran, jika ilmu yang kita dapat pun selain tidak berkah (??), juga menyebabkan sepandai-pandainya ataupun sebrilyan apapun otak anak sekarang, tidak mampu menyamai kehebatan Ilmuwan, Tokoh Islam jaman dahulu.

Karena seperti disebutkan diatas tadi, yang kita pelajari hanyalah ilmu yang secuil saja, sedangkan jika dibandingkan Tokoh Islam dahulu, beliau adalah Ilmuwan sekaligus penghafal Al-Qur’an,Al-Hadits, Fiqih, ahli senjata, ahli Falaq (perbintangan), ahli sejarah!! Ilmuwan dahulu sejak kecil sudah memiliki visi untuk mengutamakan ilmu yang sangat utama terlebih dahulu, kemudian baru mempelajari ilmu yang sesuai dengan minat dan bidang yang sangat dikuasainya.

Nah, dari penjelasan singkat tadi semoga tergerak hati saudara/saudariku untuk mulai mempelajari ilmu-ilmu utama ini, meski umur anda sudah 34 tahun, atau 40-an bahkan 50-an , karena tidak ada kata terlambat untuk memulai suatu kebaikan. Oleh karena itu mari kita tuntut ilmu yg utama itu dan setelah kita menguasainya, lalu kita sebarkan ilmu itu untuk kebaikan kepada semua orang..Insya Allah.

Terakhir, sebagai penutup catatan pendek ini, saya cantumkan sebuah hadits yang semoga mampu makin memotivasi kita dalam menuntut ilmu..amiin!

Nah, ini sebuah Hadits penyemangat untuk para pencari Ilmu…
Smoga tetap istiqomah mencari ilmu sampai akhir hayat, lalu mengamalkannya..insya Allah..

“Barangsiapa yang berjalan menuntut ilmu, maka Allah mudahkan jalannya menuju Surga. Sesungguhnya Malaikat akan meletakkan sayapnya untuk orang yang menuntut ilmu karena ridha dengan apa yang mereka lakukan. Dan sesungguhnya seorang yang mengajarkan kebaikan akan dimohonkan ampun oleh makhluk yang ada di langit maupun di bumi hingga ikan yang berada di air.,.. ”
Hadits shahih: Diriwayatkan oleh Ahmad (V/196), Abu Dawud (no. 3641), at-Tirmidzi (no. 2682), Ibnu Majah (no. 223), dan Ibnu Hibban (no. 80 al-Mawaarid), lafazh ini milik Ahmad, dari Shahabat Abu Darda’ radhiyallaahu ‘anhu.

Semoga bermanfaat.
Wallahu a’lam

Oman Febryan
23 Syawal 1432
21 September 2011
10.10 Waktu Nipah Berdebur Indah, Lurus, Nusantara

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: