Beranda > Multivitamin Pengetahuan > SURAT BALASAN IMAM HASAN AL-BASHRI UNTUK KHALIFAH UMAR BIN ABDUL AZIZ

SURAT BALASAN IMAM HASAN AL-BASHRI UNTUK KHALIFAH UMAR BIN ABDUL AZIZ

Bismillahhirrohmaanirrohimm..

 

Inilah Surat Balasan dari Imam Hasan Al Bashri yang penuh dengan mutiara-mutiara nasihat yang bernilai tinggi untuk dijadikan bekal oleh Khalifah Umar bin Abdul Aziz dan Insya Allah, bisa kita tanamkan dalam hati dan aplikasikan dalam hidup sehari-hari…minimal kita bisa tau & memilih kriteria pemimpin yg bagus itu spt apa..syukur2, kalo akhirnya kita pun bisa menjadi seorg pemimpin besar itu sendiri, amin:)

insya Allah..smoga bermanfaat & Allah memberikan hidayah-Nya utk kita semua..

Selamat membaca & mengaplikasikannya:)

 

Isinya sebagai berikut :

 

“Ketahuilah wahai Amirul Mukminin, bahwa Allah SWT menjadikan Kepala Negara yang adil untuk meluruskan segala yang bengkok, membetulkan segala yang miring, memperbaiki segala yang rusak, menguatkan yang lemah, membela yang teraniaya dan untuk menjadi penolong bagi kaum yang terlantar.

 

Kepala Negara yang adil adalah laksana seorang pengembala yang berhati penuh kasih sayang kepada binatang gembalaannya, pengembala yang mengantarkan bintang gembalaannya ketempat yang baik, menjauhkannya dari tempat-tempat yang berbahaya, menjaganya dari gangguan binatang buas dan memeliharanya dari kepanasan dan kedinginan.

 

Kepala Negara yang adil, wahai Amirul Mukminin, adalah laksana seorang ayah yang arif bijaksana terhadap anaknya, ia berbuat untuk kebaikan mereka, mengajarnya menjadi orang yang berguna, ia berusaha membanting tulang selama hidupnya untuk mereka dan meninggalkan peninggalan yang berharga buat mereka sesudah matinya.

 

Kepala Negara yang adil, wahai Amirul Mukminin, adalah laksana seorang ibu yang berhati kasih sayang, yang bersikap lemah lembut terhadap anaknya dan ia mengandungnya dengan segala kesusahan dan rasa payah. Ia mengasuhnya selagi bayi dan matanya tak lelap sepanjang malam dan tidak tidur bila anaknya tidak tidur dan tenang hatinya bila anaknya telah tenang dalam lelap tidurnya. Ia memberi air susu kepada anaknya tatkala membutuhkan air susu dan ia hentikan bila masanya telah tiba. Ia akan bergembira bila anaknya sehat wal afiat dan sebaliknya akan berduka bila anaknya sakit.

 

Kepala Negara yang adil, wahai Amirul Mukminin, adalah menjadi pelindung anak yatim dan dermawan bagi kaum fakir miskin. Ia mendidik dan mengasuh mereka di kala kecil dan menjadi pelindungnya di kala besar.

 

Kepala Negara yang adil, wahai Amirul Mukminin, adalah laksana jantung hati yang terletak diantara tulang rusuk, ia menjadi baik dengan baiknya hati dan ia menjadi rusak dengan rusaknya hati itu.

 

Kepala Negara yang adil, wahai Amirul Mukminin, adalah orang yang berdiri di antara Allah dan para hambaNya. Ia mendengarkan firman Allah dan kemudian menyampaikannya kepada mereka, ia memandang kepada Allah dan kemudian memandang pula kepada para hambaNya itu, ia patuh kepada Allah dan kemudian mengajak pula mereka supaya mematuhi perintah-perintahNya.

 

Dari itu wahai Amirul Mukminin, dalam segala hal tentang apa saja yang dikuasakan Allah kepadamu, janganlah sekali-kali berlaku bagaikan seorang budak yang telah diberi amanah (kepercayaan) oleh majikannya untuk menjaga harta benda dan keluarganya, tetapi ia berkhianat dan berbuat sewenang-wenang terhadap harta benda dan menelantarkan kaum keluarga majikannya sehingga tinggal menjadi miskin dan harta benda itu menjadi hancur musnah berantakan.

 

“Ketahuilah wahai Amirul Mukminin, bahwa sesungguhnya Allah SWT telah menurunkan peraturan-peraturan yang mengandung ancaman yang berat (hudud) agar dengan itu orang menjauhkan diri dari tindakan kejahatan. Tetapi bagaimana kalau yang melanggarnya orang yang seharusnya membelanya? Bahwa Allah SWT telah menjadikan hukum qishas sebagai jaminan kehidupan bagi para hambaNya, tetapi bagaimana apabila yang menjadi pembunuh mereka itu orang yang seharusnya dituntut untuk menjalankannya?

 

Wahai Amirul Mukminin, ingatlah senantiasa akan maut dan apa yang akan terjadi sesudah mati itu sedangkan para pengikut dan pembelamu dihadapanNya adalah sedikit. Maka dari itu persiapkanlah perbekalanmu menghadapinya dan apa yang terjadi di hari kemudian adalah sebuah perkara yang besar.

 

Ketahuilah wahai Amirul Mukminin bahwa bagi engkau telah tersedia tempat tinggal yang lain dari rumah yang engkau tempati kini, yang engkau terbangun padanya sepanjang waktu tak bisa tidur sedangkan orang terkasihmu menjauhkan diri dari padamu, mereka menyerahkan engkau pada tempat yang paling bawah seorang diri tak ada teman. Maka dari itu siapkanlah perbekalan sejak dini dan kelak ia yang akan menemanimu. Firman Allah “Ingatlah pada hari di mana manusia melarikan diri dari saudaranya, ibunya dan bapaknya, dari pada istri dan anak-anaknya” (QS Abasa ayat 34-36).

 

Wahai Amirul Mukminin, ingatlah “apabila di bongkar isi kubur dan dijelaskan apa yang tersimpan didalam dada” (QS Al Adiyat ayat 9-10), maka segala rahasia akan terbongkar nyata sedang Kitab catatan laporan amal pun menerangkan `Tidak ada yang kecil maupun yang besar melainkan semuanya itu tercatat di dalamnya`

Maka sekarang wahai Amirul Mukminin tampillah ke depan berbuat kebajikan sebelum ajal datang dan sebelum terputus segala cita-cita.

 

Janganlah engkau menghukum wahai Amirul Mukminin terhadap hamba Allah dengan hukum orang-orang yang jahil dan janganlah bawa mereka itu melalui jalannya orang-orang zalim. Janganlah engkau beri kesempatan orang-orang yang sombong berkuasa terhadap kaum yang lemah karena mereka itu tidak mempedulikan perjanjian maupun kekeluargaan terhadap diri orang yang beriman, kalau begitu engkau akan menanggung dosa dan dosa orang yang beserta engkau dan akan memikul beban dan beban orang-orang yang turut bertanggungjawab bersama engkau. Dan janganlah engkau sampai terpedaya oleh orang-orang yang mempergunakan kesempatan di atas kesempitan engkau dan mereka memakan yang enak-enak dengan melenyapkan kebajikan engkau pada hari akhirat.

 

Wahai Amirul Mukminin, janganlah engkau memandang kepada kedudukanmu hari ini tetapi pandanglah kepada kedudukan engkau esok di mana engkau terbelenggu dalam cengkeraman maut dan kemudian berdiri di hadapan Allah di tengah kelompok para malaikat, para Nabi dan Rasul-rasul “Sungguh akan tunduklah segala wajah di hadapan Tuhan Yang Maha Hidup yang berdiri dengan sendiriNya” (QS Thaha ayat 111)

 

Wahai Amirul Mukminin, sekalipun aku menyampaikan nasihat dan pengajaranku tidak sebaik oleh Alim Ulama sebelumku namun aku tidak kalah menyayangi dan mencintaimu dengan hati yang tulus. Maka saya selipkan suratku padamu bagai orang yang memberi obat kepada kekasihnya yang sakit. Dia memberi obat yang pahit itu karena mengharapkan obat yang pahit itu akan membawa kesembuhan dan kesehatan. Selamat atasmu Wahai Amirul Mukminin dan rahmat Allah serta barokah-Nya atasmu”

 

Alhamdulillah setelah membaca surat ini, khalifah Umar Bin Abdul Aziz, melaksanakan apa yg dinasehatkan dlm surat ini, dan kejayaan Islam dan pemerintahannya begitu luar biasa…Rakyatnya damai dan sejahtera, lahir batin dunia akhirat…meski hanya selama 2 tahun 5 bulan saja pemerintahannya…

 

(Dan Kita pun sedang menunggu Pemimpin sejati seperti ini, pemimpin akhir zaman….tanda2nya pun sudah ada.. )Wallahu a’lam..

 

 

 

Oman Febryan

Rabu, 9 Syawal 1432 / 7 September 2011

11.11 waktu Kerajaan Pejanggik, Nusantara, Indonesia

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: