Beranda > Multivitamin Pengetahuan > KHILAFAH UNTUK KEMERDEKAAN HAKIKI

KHILAFAH UNTUK KEMERDEKAAN HAKIKI

Assalaamu’alaikum…

Artikel in saya tulis dalam rangka memperingati kemerdekaan semu yang kita rasakan..khususnya kaum Muslimin. Merdeka dikata, tapi korupsi masih merajarela. Merdeka diucap, tetapi kemiskinan semakin banyak dan tidak turun-turun. Merdeka dilantangkan, tapi perusahaan dan SDA negara dijual untuk menutupi hutang. Merdeka diupacarakan, tetapi ajaran sesat dan praktek maksiat dibiarkan tumbuh dan dibiarkan meracuni pemikiran.

Oleh sebab itu, penting rasanya saya sebagai manusia, bangsa melayu dan terutama orang muslim untuk tetap selalu memberikan nasehat dan berbagi ilmu tentang sebuah solusi tentang bagaimana seharusnya agar kemerdekaan hakiki itu dapat kita raih.

Solusinya adalah : MENEGAKKAN KHILAFAH!!

Tapi ironis. Ditengah tuntutan mendirikan Khilafah, justru banyak kaum Muslim sendiri yang mengabaikan, mencemooh bahkan menghujat perjuangan menegakkan Khilafah. Padahal andai mereka tahu, bahwa menegakkan Khilafah itu adalah kewajiban, semestinya mereka harus bertaubat.

Hadits ini menunjukkan bagaimana hukumnya menegakkan Khilafah . Dalam Hadits Sohih Imam Muslim disebutkan bahwa :

” Siapa saja yang melepaskan tangan dari ketaatan, ia akan menjumpai Allah pada hari kiamat kelak tanpa memiliki hujah, dan siapa saja yang mati sedang di pundaknya tidak terdapat baiat, maka ia mati seperti kematian jahiliyah” (HR. Muslim)

Masya Allah, jadi selama kita hidup ini dan sejak runtuhnya Khilafah Utsmaniyyah pada tahun 1924 kita belum diba’iat oleh seorang Khalifah pun. Padahal seperti Hadits diatas, jika kita hidup dan kemudian tanpa dibaiat oleh seorang Khalifah, maka ia akan mati sebagai seorang jahiliyah. Na’dzu billah min dzaalik. Oleh karena itu, saudara-saudariku..mari kita tegakkan Khilafah. Karena dengan Khilafah maka Umat Muslim seluruh dunia akan terlindungi, dan hidup aman damai serta sejahtera dalam lindungan Khilafah.

Begitupula halnya dengan umat non muslim, jangan takut akan ide khilafah ini. Karena Khilafah akan memberikan kalian kesejahteraan jika bernaung didalamnya. Lihatlah sejarah bagaimana saat Umar memasuki Palestina.Sebagaimana kisah dibawah ini.

Khalifah Umar memasuki Yerusalem dengan mengendarai seekor unta putih, dikawal oleh pemuka kota tersebut, Uskup Yunani Sofronius. Sang Khalifah minta agar ia dibawa segera ke Haram asy-Syarif, dan di sana ia berlutut berdoa di tempat temannya Muhammad melakukan perjalanan malamnya. Sang uskup melihatnya dengan ketakutan: ini, ia pikir, pastilah akan menjadi penaklukan penuh kengerian yang pernah diramalkan oleh Nabi Daniel akan memasuki rumah ibadat tersebut; Ia pastilah sang Anti Kristus yang akan menandai Hari Kiamat. Kemudian Umar minta melihat tempat-tempat suci Nasrani, dan ketika ia berada di Gereja Holy Sepulchre, waktu sholat umat Islam pun tiba. Dengan sopan sang uskup menyilakannya sholat di tempat ia berada, tapi Umar dengan sopan pula menolak. Jika ia berdoa dalam gereja, jelasnya, umat Islam akan mengenang kejadian ini dengan mendirikan sebuah mesjid di sana, dan ini berarti mereka akan memusnahkan Holy Sepulchre. Justru Umar pergi sholat di tempat yang sedikit jauh dari gereja tersebut, dan cukup tepat (perkiraannya), di tempat yang langsung berhadapan dengan Holy Sepulchre masih ada sebuah mesjid kecil yang dipersembahkan untuk Khalifah Umar.

Mesjid besar Umar lainnya didirikan di Haram asy-Syarif untuk menandai penaklukan oleh umat Islam, bersama dengan mesjid al-Aqsa yang mengenang perjalanan malam Muhammad. Selama bertahun-tahun umat Nasrani menggunakan tempat reruntuhan biara Yahudi ini sebagai tempat pembuangan sampah kota. Sang khalifah membantu umat Islam membersihkan sampah ini dengan tangannya sendiri dan di sana umat Islam membangun tempat sucinya sendiri untuk membangun Islam di kota suci ketiga bagi dunia Islam.

Pendeknya, umat Islam membawa peradaban bagi Yerusalem dan seluruh Palestina. Bukan memegang keyakinan yang tidak menunjukkan hormat kepada nilai-nilai suci orang lain dan membunuh orang-orang hanya karena mereka mengikuti keyakinan berbeda, budaya Islam yang adil, toleran, dan lemah lembut membawa kedamaian dan ketertiban kepada masyarakat Muslim, Nasrani, dan Yahudi di daerah itu. Umat Islam tidak pernah memilih untuk memaksakan agama, meskipun beberapa orang non-Muslim yang melihat bahwa Islam adalah agama sejati pindah agama dengan bebas menurut keinginannya sendiri.

Perdamaian dan ketertiban ini terus berlanjut sepanjang orang-orang Islam memerintah di daerah ini. Akan tetapi, di akhir abad kesebelas, kekuatan penakluk lain dari Eropa memasuki daerah ini dan merampas tanah beradab Yerusalem dengan tindakan tak berperikemanusiaan dan kekejaman yang belum pernah terlihat sebelumnya. Para penyerang ini adalah Tentara Perang Salib.

Kedamaian dan saling toleransi itu timbul saat Khilafah tegak disana. Dan itu akan menjadi kenyataan jika diaplikasikan di semua wilayah di bumi ini, oleh karena itu semestinya keraguan dan rasa takut akan tegaknya mesti anda hilangkan, karena anda sesungguhnya hanya paranoid dan tidak mengetahui bahwa siste Khilafah adalah bukan suatu sistem rezim yang akan memaksa anda melepaskan keyakinan anda sebelumnya, namun akan menciptakan rasa aman, kedamaian juga kesejahteraan untuk warga negaranya ( Muslim maupun Non Muslim ).

Artikel ini akan saya tutup dengan sebuah hadits mengenai akan tegaknya kembali Khilafah di akhir zaman, yaitu zaman kita sekarang. Insya Allah. Hadits tersebut berbunyi :

“Di tengah-tengah kalian terdapat zaman kenabian, atas izin Allah ia tetap ada. Lalu Dia akan mengangkatnya jika Dia berkehendak mengangkatnya. Kemudian akan ada Khilafah yang mengikuti manhaj kenabian. Ia ada dan atas izin Allah ia akan tetap ada. Lalu Dia akan mengangkatnya jika Dia berkehendak mengangkatnya. Kemudian akan ada kekuasaan (kerajaan) yang zalim; ia juga ada dan atas izin Allah ia akan tetap ada. Lalu Dia akan mengangkatnya jika Dia berkehendak mengangkatnya. Kemudian akan ada kekuasaan (kerajaan) diktator yang menyengsarakan; ia juga ada dan atas izin Alah akan tetap ada. Selanjutnya akan ada kembali Khilafah yang mengikuti manhaj kenabian.” Beliau kemudian diam. (HR Ahmad dan al-Bazar).

wallahu a’lam bisshowaab…smoga Allah memberikan petunjuk serta kekuatan untuk kita semua agar selalu berada di jalan yang diridloi-Nya. Bukan Jalan yang dimurkai-Nya dan bukan jalan orang-orang yang sesat. Amin!

Oman Febryan

17 Ramadhan 1432 H

17 Agustus 2011

11.01 Waktu Pulau Perigi, Nusantara

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: