Beranda > Multivitamin Pengetahuan > HATI-HATI DENGAN APA YANG ANDA TONTON!!

HATI-HATI DENGAN APA YANG ANDA TONTON!!

Beberapa tahun belakangan mulai terjadi perubahan segmen acara yang diminati oleh pemirsa tabung kaca bernama televisi di Negara tercinta ini. Dari acara-acara yang mengumbar dan menggunjingkan aib seseorang seperti acara Infotainment yang alhamdulilah telah diharamkan oleh MUI- meski kenyataannya, masih saja acara seperti ini eksis, kemudian bergeser ke acara reality show yang menampilkan adegan-adegan sihir yang dalam agama Islam adalah haram hukumnya, yakni acara reality show yang tema acaranya adalah menghipnotis orang untuk kemudian menceritakan aibnya atau mengikuti segala apa yang diinginkan oleh sang penghipnotis sehingga dia tidak sadar untuk melakukan segala jenis kebodohan yang mempermalukan dirinya.
Acara ini begitu gencar dan semakin banyak muncul di televisi dan ironisnya, masyarakat celakanya menyukainya! Padahal sebagai Negara yang mayoritas Muslim dan semestinya mengerti bahwa membuka aib, menggunakan sihir merupakan perkara dosa, bahkan sihir cenderung tergolong kepada syirik yang hukumnya berdosa besar dan orang yang melakukannya bisa dikategorikan orang murtad atau keluar dari agama Islam, naudzubillah min dzaalik. Menonton bahkan menyukai sesuatu yang termasuk sihir juga hukumnya berdosa. Namun setan memang licik, dengan kemasan yang menarik oleh produser yang tidak bertanggung jawab, acara reality show seperti ini, membuat acara ini malah menjadi acara favorit! Padahal semestinya acara seperti ini harus ditinggalkan dan dilarang penayangannya. Dan seharusnya KPI ( Komisi Penyiaran Indonesia ) sebagai lembaga yang menjadi penyaring bagi acara-acara televisi baik sinetron, reality show dan lain-lain dapat menyensor dan menyeleksi dengan ketat acara mana yang seharusnya ditayangkan. Dimana acara yang ditayangkan harusnya tidak menimbulkan konflik, tidak haram, mendidik dan tidak menyebabkan kebodohan bagi masyarakat seperti acara-acara televisi selama ini yang tak bermoral, mengumbar aurat, yang membuat masyarakat menjadi masyarakat pemalas.
Dan kemudian jika acara reality show yang menampilkan keterampilan menghipnotis seseorang dikaitkan dengan fenomena belakangan ini yakni hilangnya banyak orang karena dugaan penculikan dengan sebelumnya dihipnotis, maka akan sangat jelas sekali, bahwa acara reality show tersebut patut dipersalahkan akan fenomena kejahatan dengan jalan hipnotis. Karena mau tidak mau, kepopuleran acara yang dengan kemasan yang menarik membuat bisa saja banyak orang terpikat untuk menjadi ahli dalam hal ini, atau paling tidak hanya mencoba salah satu jenis sihir ini. Dan jika kemudian orang tersebut menyalahgunakan sihir itu untuk kepentingan yang dapat merugikan orang lain bahkan menjurus ke ranah kriminalitas maka semestinya acara seperti ini perlu dan harus segera dihentikan.
Meski masih belum ada hubungan secara pasti antara acara tak bermutu ini dengan kriminalitas, namun fenomena yang baru-baru ini bisa saja merupakan akibat dari adanya acara hipnotis dan dihipnotis di layar kaca. Karena tontonan yang selama ini tidak disertai dengan pesan moral dan akhlak yang baik dan penayangan tersebut tidak dicerna dan disaring dengan baik oleh orang-orang yang labil maka bisa saja acara reality show yang diharapkan menghibur malah mencetak orang-orang yang ingin belajar sihir ini namun karena mereka yang belajar tidak dilengkapi dengan akhlak yang baik maka cenderung malah menggunakannya di jalan kejahatan,
Fenomena orang hilang yang sebelumnya dihipnotis oleh sebuah aliran yang mengatasnamakan sebuah agama yang mulia yakni Islam, kemudian munculnya peristiwa-peristiwa yang lain seperti tokoh jahat seperti Anand Khrisna yang mencabuli para pengikut ajaran sesatnya yang dimana sebelumnya para korban perbuatan cabulnya dihipnotis terlebih dahulu dan masih banyak lagi kerusakan yang ditimbulkan, semakin banyak saja dan berjalan tegak lurus dengan semakin banyaknya acara seperti ini. Jadi, sebagai langkah antisipasi diperlukan tindakan tegas pemerintah, dalam hal ini KPI untuk menghentikan acara-acara yang menyebarkan syirik, hal-hal haram, mengumbar aurat, pornografi dan juga sihir seperti ini.
Dan juga melalui artikel ini saya sebagai seorang muslim juga menegaskan bahwa yang mengatas namakan NII atau entah apa pun namanya, BUKAN merupakan ajaran Islam karena Islam tidak seperti yang diungkapkan oleh para pengikut ajaran sesat ini. Islam adalah rahmat untuk seluruh manusia dan alam semesta. Tidak ada paksaan bagi siapapun untuk masuk Islam, Islam yang merupakan agama suci memiliki pondasi keimanan yakni mengucapkan 2 kalimat syahadat, melaksanakan sholat 5 waktu, berzakat, puasa pada bulan Ramadhan dan berhaji jika mampu. Tidak seperti yang diyakni dan dilakukan oleh orang-orang sesat yang ingin merusak citra Islam itu. Mereka tidak sholat, mereka melakukan penghipnotisan agar orang ikut masuk aliran sesatnya / memaksa orang untuk ikut alirannya.
Jadi, kesimpulan dan langkah-langkah serta solusi menyelesaikan masalah ini :
1. Bahwa KPI segera bertindak tegas menghentikan dan menyeleksi acara televisi agar acara-acara tidak bermutu, merusak akidah,pornografi dan acara yang membuat bodoh masyarakat tidak bergentayangan di layar kaca.
2. Kemudian pemerintah hendaknya semakin menertibkan dan meminta stasiun televisi agar semakin meningkatkan mutu siarannya sehingga tayangan televisi Indonesia bisa menjadi sarana alternatif untuk ikut membantu meningkatkan kualitas SDM Indonesia yang makin terpuruk. Tidak hanya berorientasi
3. Masyarakat hendaknya lebih selektif memilih acara apa yang mereka tonton terutama mendidik anak-anak agar jangan menghabiskan banyak waktu di depan televisi, apalagi menonton sinetron, film dan acara yang tidak mendidik, membuat bodoh, malas dan menghancurkan akhlak.
4. Masyarakat terutama kaum muslim mesti pandai menyikapi bahwa adanya aliran-aliran sesat yang mengatasnamakan Islam padahal ajarannya sesat dan jauh dari nilai Islam yang merupakan sebuah propaganda untuk menjelekkan Islam dan mengadu domba antar muslim dengan muslim yang lain. Sehingga kaum muslim mesti hati-hati, waspada akan setiap berita dan selalu kritis menyikapi pemberitaan yang menyudutkan Islam seperti isu teroris, Negara Islam Indonesia dan lain-lain.
Semoga apa yang menjadi harapan kita semua yaitu terciptanya kerukunan umat beragama dan kedamaian serta kesejahteraan di Negara ini yang dimulai dengan hal terkecil yaitu tontonan yang mendidik dan mengembangkan SDM sehingga dengan tontonan berkualitas tadi dapat menginspirasi anak negeri sehingga menghasilkan output berupa semangat dan motivasi untuk berbuat yang terbaik, dan memberi kebanggaan serta kebahagiaan untuk keluarga, agama dan bangsa dapat segera terealisasi. Insya Allah, amin!

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: