Beranda > Multivitamin Pengetahuan > Mari Menolak Ahmadiyah, NTB!!!

Mari Menolak Ahmadiyah, NTB!!!

Membaca koran hari ini, tersembul sedikit optimisme dalam hati. Semoga ada solusi dalam sebuah masalah yang merupakan api dalam sekam bagi jalannya kedamaian dan keamanan dalam hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara dalam Negara Indonesia yang mayoritas muslim ini.

Masalah yang merupakan bisul dalam negara tercinta ini adalah Ahmadiyah, ajaran sesat dan telah dilarang oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk hidup dalam Negara ini. Ajaran sesat ini telah menjadi bisul yang terus menyebabkan kerusuhan dan kekacauan selama ini.

Namun, saya sebagai warga negara merasa kecewa karena hampir sudah seabad lamanya- saat saya belum lahir, masalah yang sebenarnya tidak terlalu besar ini seolah-olah dibiarkan saja oleh Pemerintah, padahal dalam perannya sebagai aparatur, Pemerintah juga mestinya menjaga kedamaian dan melindungi masyarakatnya baik dari segala ancaman, tantangan dan hambatan serta gangguan baik dalam bentuk psikologis maupun secara fisik oleh pihak-pihak pengacau dan salah satunya adalah para penyebar ajaran sesat ini.

Karena terbukti, sejak pembiarannya ajaran sesat ini terus saja melakukan penyebaran dan pemurtadan kepada masyarakat baik muslim maupun non muslim. Dan oleh karena gerakan mereka sudah sedemikan kencang membuat para pembela Islam dan tokoh-tokohnya mau tidak mau harus melawan dan mencegah kerusakan yang disebabkan oleh para penyebar ajaran sesat ini. Meski saya sedikit tidak setuju jika terkadang sampai menyebabkan kerusuhan, pengrusakan bahkan sampai merenggut korban jiwa. Padahal pada faktanya, bukan ormas Islam yang memulai, kerusuhan tadi melainkan para pengikut ajaran sesatnya inilah yang meprovokasi terlebih dahulu sehingga terjadi bentrokan yang menimbulkan korban jiwa. Seperti peristiwa berdarah terakhir yang ternyata didalangi oleh pengikut ajaran sesat yang disebar oleh Mirza Ghulam ini – semoga Allah melaknatnya.

Berkaitan dengan kejadian tersebut dan sikap pemerintah pusat menyikapi Ahmadiyah ini, saya sebagai warga negara mengharapkan agar pemerintah pusat pada umumnya dan masyarakat NTB pada khususnya mengharapkan agar pemerintah segera menerbitkan peraturan perundang-undangan yang intinya adalah melakukan pelarangan dan pembubaran kepada Ahmadiyah dan para pengikutnya serta pemberian sanksi seberat-beratnya kepada penyebar dan pengikut ajaran sesat ini jika masih menyebarkan ataupun masih memegang keyakinan sesatnya itu.

Dan sebagai wujud dukungan bagi pemerintah pusat yang masih terlihat ragu, agar mantap untuk melarang Ahmadiyah sehingga hendaknya NTB sebagai salah satu propinsi di Negara Kesatuan Indonesia mestinya segera membuat keputusan dan membuat serta memberlakukan peraturan daerah tadi. Hal ini bertujuan sebagaimana dipaparkan tadi lmerupakan lsuatu dukungan agar pemerintah pusat semakin kuat dan mantap untuk melaksanakan kebijakan pelarangan tadi. Dimana ada isu bahwa pemerintah pusat takut dengan adanya surat dari anggota kongres Amerika Serikat yang menginginkanagar ajaran sesat ini tetap dibiarkan tumbuh berkembang di Indonesia.

Kemudian, langkah pembuatan dan pemberlakukan peraturan Daerah mengenai pelarangan Ahmadiyah di NTB juga bertujuan sebagai langkah tegas dan warning bagi seluruh masyarakat NTB agar hati-hati dan ekstra waspada akan semua ajaran-ajaran sesat yang menyerbu. Insya allah. Apalagi, sebagaimana kita ketahui, Gubernur NTB berasal dari kalangan Ulama dan alhamdulillah penghafal Al-Qur’an sehingga semestinya mengambil langkah tegas demi kemaslahatan umat dan keselamatan Aqidah dari ajaran sesat. Amiin.

Nah, membaca koran pagi ini, alhamdulillah meski masih belum ada langkah konkret, namun semoga saja pertemuan antara Pemerintah NTB, MUI Prov. NTB dan pihak Ormas Islam dapat segera menghasilkan langkah konkret berupa terbitnya peraturan daerah untuk membubarkan dan melarang segala jenis ajaran sesat di NTB khususnya dan pada akhirnya seluruh wilayah Indonesia demi kedamaian di Negara tecinta ini. Amiin Yaa Robbana.

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: