Beranda > Bebas > KRITIKKU KEPADA FILM 3 HATI, 2 DUNIA, 1 CINTA

KRITIKKU KEPADA FILM 3 HATI, 2 DUNIA, 1 CINTA

Beberapa waktu yang lalu, saya menonton film terbaru buatan dalam negeri, judulnya cukup panjang yaitu 3 Hati, 2 Dunia, 1 Cinta.

Dari judulnya, kawan-kawan pasti bisa mengetahui bahwa film ini bertemakan tentang kisah cinta. Namun, yang membuat saya penasaran adalah adanya juga tema agama dalam film yang dibintangi oleh seorang aktor ganteng yang sering terlibat dalam film bertema islami ini. Suatu genre film yang kini cukup popular setelah kesuksesan film islami seperti Ayat-Ayat Cinta dan Ketika Cinta Bertasbih.

Namun, saya yang menonton film ini dan bertujuan untuk mencari suatu hiburan setelah penat mendera, setelah selesai menonton film ini malah bukannya mendapatkan suatu film islami  yang menghibur hati dan menambah keimanan, eh malah film ini membuat kening saya berkerut sampai 10 lipatan!! Hal itu disebabkan oleh karena adanya banyak hal yang begitu mengganjal dalam pikiran dan hati ini disebabkan oleh film ini, dan membuat saya perlu menyampaikan kepada kawan-kawan mengenai banyaknya  pesan dalam film ini yang menggambarkan dan menyimpulkan ajaran suatu agama ( Islam ) yang salah.

Ok, sebelum menjelaskan dimana saja kesalahan-kesalahan pesan-pesan yang terkandung dalam Film ini, saya akan sedikit bercerita tentang kisah dalam film ini. Dimana, film ini bercerita mengenai seorang pemuda yang unik bernama rosyid. Dikatakan unik, karena sebagai pemuda dia terkenal sebagai pemuda yang suka puisi, alim, cuek dan yang sangat mencolok adalah rambutnya yang super kribo. Singkat cerita, Rosyid, pemuda muslim ini  ternyata menjalin hubungan dengan Delia, yang ternyata non muslim. Kisah cinta yang terhalang oleh adanya perbedaan agama ini menjadi titik sentral dalam film ini. Meski pada akhirnya pada akhir film ini, keduanya akhirnya tidak bersatu. Mungkin sang sutradara tidak mau memaksakan idenya, karena mengetahui memang dalam Negara ini tidak ada pengakuan bagi warga Negara yang menikah namun berbeda agama. Karena telah ditetapkan dalam undang-undang perkawinan untuk Hendaknya salah satunya memilih agama yang akan dianutnya, bisa dari agama suami atau pun agama sang istri.

Namun, yang menjadi ganjalan adalah bukan mengenai agak kaburnya ending dari film ini namun ada banyak adegan yang menyusupkan pesan-pesan yang salah mengenai ajaran dalam suatu agama yakni Islam  ( agama mayoritas ) di Indonesia, dalam film buatan orang Indonesia ini. Pesan-pesan yang salah dalam film ini adalah yaitu sebagai berikut :

  1. Penggambaran sosok dari abi ( Bapak ) dari  rosyid yang tidak konsisten. Terkadang digambarkan sebagai orangtua yang keras dan taat beribadah, akan tetapi disatu sisi menghalalkan segala cara hanya agar bisa anaknya menurut kepadanya untuk taat beribadah. Sampai rela mendatangi dukun untuk meminta air jampi-jampian. Padahal dalam Islam, cara mendidik anak ada diatur dalam hadits Rasulullah SAW dan harus sesuai dengan syari’ah Islam. Tidak sampai menghalalkan segala cara, sampai menyekutukan Allah!! Na’udzubillah min Dzalik. Pesan yang salah mengenai Islam, karena saya sebagai pemirsa menangkap bahwa Abinya sebagai Haji sebagai orang yang taat tapi bodoh. Karena terkadang ucapan Rosyid, anaknya lebih bijaksana darinya.
  2. Saya tertawa di adegan ketika vespanya rosyid mogok kemudian didorong oleh Delia. Kemudian Delia naik dan mencoba memeluk pinggang Rosyid. Lalu rosyid berdeham. Delia pun melepaskan pelukannya dan berkata “ Oh ya, belum muhrim..” sambil tertawa.  Saya tertawa, bukan karena lucunya, namun karena pesannya begitu indah, tapi sebenarnya salah. Karena didalam Islam, perempuan yang berdua-duaan ataupun pergi dengan seseorang lelaki  yang bukan merupakan saudara kandungnya, ataupun orang tuanya, bisa menjadi sumber fitnah. Terbukti banyak sekali karena awalnya biasa-biasa saja seperti ini kemudian lama-lama malah menyebabkan perbuatan zina. Sehingga dalam Islam tidak mengenal namanya pacaran untuk mencegah terjadinya hal itu, yakni perbuatan zina, yang cenderung pihak wanita lah yang menjadi korban, karena si lelaki tidak mau mempertanggung jawabkan perbuatannya. Na’udzubillah min Dzaalik. Dan hal itu terbukti, saat dalam adegan di dalam mobil, Delia mencoba mencium Rosyid, namun kemudian Delia mengatakan bahwa dia bercanda. Dan hanya melakukan itu untuk mengetes keimanan Rosyid. Hmm, kawan-kawan tahu apa jawaban si Rosyid selanjutnya?? Rosyid menjawab “Imanku ternyata gak kuat”..Iya lah bagaimana “gak kuat”, wong didalam mobil, terus suasana cukup sepi, kemudian berduaan sama wanita cantik. Nah, sesungguhnya diantara laki-laki dan wanita yang bukan muhrim di dalam suatu ruangan pasti yang ketiganya adalah setan!! Nah, jangan mencoba beruda-duaan ataupun pacaran, karena dijamin menyesal, habis-habisin duit dan waktu!!
  3. Selanjutnya, kesalahan pesan yang disampaikan dalam film ini adalah ketika Rosyid bertemu dengan seorang syaikh yang mewajibkan rosyid untuk memakai peci putih. Kemudian rosyid mengatakan bahwa peci putih itu bukan kewajiban tetapi sebagai sebuah simbol. Memang itu tidak disalahkan karena adanya dalil, namun yang menyedihkan dalam film ini seorang syeikh atau ulama, pemimpin agama dalam Islam digambarkan seperti orang bodoh, Dimana dalam menjawab pertanyaan dari rosyid, sang syeih seharusnya lebih ahli dalam soal agama daripada Rosyid, eh syeikh tersebut malah menjawab seperti anak SD dengan mengatakan bahwa peci putih ini adalah merupakan warisan leluhur turun-temurun. Ha ha ha!! Itu bukanlah sebuah jawaban dari seorang syeikh yang tentu saja seharusnya memiliki kecerdasan dan ilmu akan islam yang tinggi. Dimana jawaban seharusnya adalah bahwa peci putih itu dipakai sebagai suatu petunjuk bahwa dia adalah seorang muslim untuk membedakan dia dari orang-orang non muslim. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW dalam sebuah haditsnya : “ Setiap orang yang menyerupai suatu kaum, maka ia termasuk dalam kaum itu “. Sehingga dari hadist tadi, maka orang-orang muslim untuk menunjukkan identitas kemuslimannya memakai baju gamis, peci putih, memelihara jenggot, menaikkan celana diatas mata kaki dsb.
  4. Selanjutnya dari adegan tadi juga digambarkan, umat Islam sebagai umat yang tidak toleran kepada suatu perbedaan sekecil apapun. Ketika Rosyid membantah mengenai pendapat Syeikh tentang Peci putih, santri dari syeikh tersebut meneriaki Rosyid sebagai orang sesat. Hmm, entah sengaja ataupun tidak namun ada sebuah penggambaran bahwa Umat Muslim itu cepat marah dan menggampangkan kekerasan sebagai solusinya serta tidak toleran terhadap perbedaan. Padahal hal itu sama sekali tidak benar.

Terlepas dari beberapa pesan salah yang sangat fatal dan mengganggu, saya mengharapkan kepada kawan-kawan yang ingin menonton film ini agar jangan menelan mentah-mentah pesan yang ada dalam film ini, dan juga hal itu berlaku untuk  film-film lainnya. Kawan-kawan mesti menyaring dengan amat sangat teliti apa yang masuk dalam otak kalian. Jangan mudah terprovokasi dan termakan dengan apa yang disampaikan dalam suatu film atau media lainnya, sebelum kawan-kawan mencernanya dengan ipedoman dan lmu, utamanya Al-Qur’an dan Hadits. Karena sesuatu yang ditawarkan terlihat begitu indah, belum tentu memberikan suatu kebaikan kepada kita bahkan mungkin saja akan memberikan keburukan bagi kita.

Semoga saja dengan kritikan saya ini bisa menyadarkan produser atau sutradara film ini, untuk jangan memberikan suatu penggambaran akan suatu agama atau pemuka suatu agama sebagai orang bodoh atau ajaran yang salah tanpa menggali lebih dalam mengenai kemurnian dan kebaikan dari agama itu, yang dalam film ini seperti dilecehkan. Padahal agama ( Islam )  adalah agama yang baik dan mengajarkan kebaikan. Insya Allah. Buatlah suatu film yang cerdas, dengan tentunya memberikan suatu pencerahan dengan mencari sumber mengenai suatu agama dengan lebih mendalam, sehingga pesan agama dan moral dari film yang dibuat jangan merupakan suatu hal yang keliru, sehingga film anda bisa laris tetapi juga memiliki nilai tambah berupa pencerahan bagi pemirsa. Semoga.

 

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: