Beranda > Muslim > Sebuah Petuah Bijak yang memberi semangat…

Sebuah Petuah Bijak yang memberi semangat…

“Ilmu dinilai bermanfaat bila disertai amal. Manusia yang paling bodoh ialah yang membiarkan dirinya bodoh tanpa mau berusaha meningkatkan ilmunya. Manusia paling pandai ialah yang mengandalkan diri pada ilmunya. Dan manusia yang paling utama ialah yang bertakwa.”

Itulah petuah dari seorang Ulama hadits bernama Sufyan Ats-Tsauri, yang lahir di Kufah pada tahun 97 H / I715 M. Petuah ini memiliki makna yang dalam terutama bagi orang yang menuntut ilmu. Diharapkan dengan memahami dan menjadikan nasihat ini dapat menjadi tambahan motivasi selain yang utamanya tentu saja mengharap ridlo Allah, insya allah.

Karena memang pada dasarnya sungguh akan sangat merugi seseorang yang pintar dan cerdas akan tetapi tidak mengamalkan ( baca- memberikan manfaat bagi lingkungan dan orang lain ) dari ilmunya tersebut. Dan sesungguhnya orang yang paling bodoh dan merugi adalah orang yang membiarkan dirinya tetap dalam kebodohan padahal sudah diberikan kesempatan yang terbuka luas untuk mengentaskannya dari kebodohan tersebut. Misalnya ada suatu pendidikan yang sangat murah tapi mengajarkan ilmu yang sangat tinggi nilainya. Namun karena malas dan banyak pertimbangan yang membebaninya, membuatnya malah memilih ilmu yang biayanya mahal dan kualitasnya lebih rendah atau bahkan tidak menuntut ilmu sama sekali dan membiarkan dirinya tenggelam dalam lautan ketidaktahuan.

Sehingga seseorang yang pandai adalah seseorang yang selalu melakukan semua aktivitasnya dengan berdasarkan keyakinan dan ilmunya. Misalnya bagaimana cara sholat yang khusu’, bagaimana hukum waris, bagaimana cara berbahasa arab yang baik, bagaimana cara membaca Al-Qur’an yang benar dan masih banyak lagi ilmu-ilmu yang jika tidak dipelajari maka akan menyebabkan ketidak tahuan dan membuat kita terlihat bodoh jika kita tidak mempelajarinya. Semoga Allah melindungi kita dari kebodohan seperti ini. Amiin.

Kemudian pesan yang terakhir, yakni “Dan manusia yang paling utama ialah yang bertakwa.” Hal ini menunjukkan bahwa keutamaan ilmu adalah mendekatkan manusia dengan Allah. Dengan ilmu, maka manusia akan tahu bagaimana kekuasaan Allah. Misalnya dengan ilmu Geografi, manusia akan tahu bagaimana kekuasaan Allah dengan menciptakan Bumi beserta isinya. Dengan ilmu Astronomi, manusia akan semakin yakin dan mengerti bagaimana maha hebatnya Allah menciptakan bintang-bintang, benda langit, planet-planet serta galaksi beserta seluruh isinya.  Sehingga dengan ilmu pengetahuan tersebut, umat manusia semakin yakin dan bertaqwa kepada Tuhannya. Allah Rabbal ‘Aalamiin.

Jadi, bersyukurlah bagi para pencari ilmu, yang tentu saja ilmu utama, yakni ilmu Agama. Jangan pernah menyerah. Jangan pernah berhenti menimba ilmu, dan jika sudah memperoleh banyak ilmu yang utama dan bermanfaat, marilah segera untuk diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Diajarkan segera sehingga ilmu itu tersebar dan memberikan hikmah serta manfaat bagi banyak orang. Insya Allah.

Marilah kita terus berdo’a semoga kita selalu diberikan rizki dan ilmu yang bermanfaat, serta kemudahan untuk mengamalkannya dan menjadikan landasan bagi kita untuk beraktivitas dalam hidup ini dan memudahkan jalan kita untuk semakin dekat kepada-Nya dan membuat kita tergolong sebagai orang-orang yang bertaqwa. Amiin Yaa Robbal ‘Aalamiin.

 

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: