Beranda > Muslim > BERITAKANLAH SEBAGAI TERORIS SAJA!

BERITAKANLAH SEBAGAI TERORIS SAJA!

teroris3

Akhir-akhir ini, di hampir seluruh media massa Republik ini pasti mengikut sertakan berita mengenai terorisme di dalam pemberitaannya. Dimana, porsi pemberitaan mengenai hal tersebut sampai saat ini jumlahnya cukup signifikan, dengan liputan dan pemberitaannya sudah dimulai sejak peristiwa pengeboman 2 hotel mewah di Jakarta, yakni Hotel J.W. Marriot dan Ritz Carlton.
Namun, ada satu hal yang sangat mengganjal dalam hati setiap muslim jika mengikuti setiap berita yang disampaikan oleh media massa. Bahwa secara tidak langsung ada proses Negatif Profiling atau pencitraan negatif dalam pemberitaan setiap media massa itu dalam liputannya, yang terlihat begitu menyudutkan kaum Muslimin dan ajaran Islam itu sendiri.
Proses Negatif Profiling itu dapat terlihat dengan adanya penyebutan hal-hal yang berkaitan dengan Islam dalam setiap aksi teror yang dilakukan oleh oknum-oknum yang tak bertanggung jawab, sehingga mau tidak mau hal tersebut menyudutkan Islam dan membentuk suatu paradigma dalam masyarakat, bahwa Islam itu mengajarkan teror! Masya Allah.. padahal tidak ada ajaran dalam Islam mengajarkan teror maupun kekerasan.
Salah satu contoh kecil adalah suatu artikel yang ditulis oleh wartawan suatu Koran lokal di Pulau Lombok. Dimana, dalam petikan artikelnya berjudul Noordin Berlindung di Sel Anggur, diterbitkan tanggal 31 Agustus 2009 ditulis bahwa :
”……Mereka besar di keluarga besar eks Darul Islam yang mempunyai ghiroh ( semangat ) keislaman yang sangat kuat.”
Hal itu tentu membahayakan jika orang awam maupun non muslim membacanya, yang kemudian dapat saja memiliki persepsi bahwa Teroris itu tumbuh dari suatu semangat keislaman yang kuat. Ditakutkan akan terjadi rasa benci yang amat sangat kepada ajaran Islam dan penganutnya dan dapat memicu keributan massal, yang pada akhirnya dapat menyebabkan gangguan keamanan. Padahal ajaran Islam, tidak seperti itu kenyataannya!! Karena sebenarnya, Teroris itu tumbuh karena pemahaman yang keliru akan arti berjihad di jalan Allah yang sebenarnya.
Oleh karena itu, sebagai media massa yang bertujuan untuk memberikan berita dengan penilaian yang objektif dan bertanggung jawab, hendaknya media massa mampu dan konsisten untuk memberikan berita bagi pembaca, dengan penyusunan secara selektif untuk berita yang laik cetak atau disiarkan, agar berita sensitif yang menyinggung masalah SARA dapat disusun dengan lebih objektif dan tidak menimbulkan fitnah, sehingga nantinya tidak ada stigmatisasi terhadap ajaran suatu agama, yang kemudian dianggap sebagai biang penghasil monster-monster sekelas Noordin M. Top, padahal sesungguhnya tidak demikian. Karena sesungguhnya agama tersebut justru memberikan rahmat untuk sekalian alam. Jadi, beritakanlah teroris-teroris itu sebagai personanya saja, jangan sertakan embel Islam dan ajarannya yang suci dan mulia, yang tak akan pernah sebanding untuk disandingkan dengan nama-nama teroris itu.
Semoga masalah terorisme ini dapat segera terselesaikan secara tuntas dengan ditangkapnya gembong teroris dan disertai dengan penghentian doktrin-doktrin teroris, serta pencegahan paham-paham terorisme dengan arif tanpa menimbulkan fitnah terhadap ajaran suatu agama tertentu, sehingga tidak ada lagi penganut agama tertentu merasa disudutkan, yang berimbas pada terciptanya keamanan serta kesejahteraan di Republik tercinta kita ini. Tanpa ada lagi kecurigaan yang tak bertanggung jawab. Amin Yaa Robbal Aalamiin..

Kategori:Muslim
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: