Mencicipi Menu Resto Tastura Food sambil menikmati Syahdunya Malam di Gumi Tastura….

Assalaamu’alaikum saudara-saudariku yang dirahmati oleh ALLAH…
sudah lama juga saya tak menulis pengalaman memanjakan lidah,,seingat saya terakhir yang saya tulis adalah setelah mendapatkan undangan untuk dinner gratis di Lesehan pura Boga sekitar 10 tahun yang lalu..subhaanalloh:)

Ok, kali ini saya akan menulis bagaimana pengalaman kami..(lho?? maklum saya mencicipi menunya bareng Sang Istri tercinta, he he) di sebuah Restoran di utara landmark Kota Praya yakni Masjid Agung.. nama resto-nya yakni Tastura Food. Yang membuat saya bersemangat ( hmm, kalo masalah makan memang terus semangat nih..he he) adalah bahwa saya cukup yakin dengan standar higienis dan bagaimana pengolahan produknya ( yee, bahasanya ilmiah banget ) yap, maklum yang menjadi chef-nya adalah rekan jama’ah, sebut saja namanya Kang Hidayat yang insya ALLAH saya cukup yakin mengerti bagaimana halal haromnya suatu sajian. Jadi saya begitu excited sekali ketika sebelum pendiriannya, ia menceritakan bahwa ia akan membuka usaha resto dengan sajian yang insya ALLAH halal, terjangkau namun wah!!!

So, setelah akhirnya buka, kami pun menunggu kesempatan untuk mencicipi menu favorit di Resto Tastura Food. sekali, dua kali, tiga kali dan seterusnya sampai akhirnya beberapa waktu lalu kami mendapatkan kesempatan untuk menuliskan pengalaman kami memanjakan lidah kami di Resto yang terkesan gaul dan kreatif itu.

kami memesan menu andalan dari resto ini, yakni segala sajian yang terbuat dari mie. Dan salah satu menu yang menggoda saat itu adalah mie turkey…hmmm…
tidak menunggu terlampau lama, kami akhirnya menikmati hidangan kami. Mie Turkey ini ternyata mie dengan bumbu yang begitu menantang karena penuh dengan campuran bumbu kari india atau arab. Jadi, menggoyang lidah betul dengan porsi yang banyak untuk satu orang maka bisa dinikmati dengan suap-suapan dengan istri tercinta. Soalnya kalo datang ke Resto ini mesti lapar betul, karena jika tidak maka hidangan kemungkinan tidak habis, he he maklum porsinya banyak. Satu Porsi Mie Turkey dibanderol dengan harga Rp. 25 Ribu.
Dan memang betul, meski sudah dikeroyok, mienya masih saja tersisa. he he..betul-betul luar biasa chef-nya..padahal sayang sekali jika tak dihabiskan, tapi mau gimana lagi, porsinya jumbo betul!!!
Akhirnya setelah berbincang, sambil santai menurunkan makanan, kami pun akhirnya pamit undur diri dari chef dan para karyawan Tastura Food yang telah menjamu dan menyambut kami dengan cukup ramah. Insya ALLAH gajian bulan depan, nyicipin lagi menu istimewa mereka yang lain. He he
So, jika nanti para pembaca Blog saya ini, mampir di Gumi Tastura, setelah sholat hajat di Masjid Agung, mampirlah bersama keluarga dan orang tersayang anda di Resto Tastura Food, insya ALLAH dijamin halal dan sedap:)

 

Iklan

QOLBUN SALIM

Benahi-sholatmu-perbaiki-sholatmu-maka-Allah-akan-memperbaiki-hidupmu
Berdamai dengan hati..
qolbun salim itulah misi..
saat ridho NYA lebih kita cari..
dari dunia beserta isi,
daripada segala puji, dari makhluq yang tak berarti..
(dunia penuh uji, namun ‘afiat dari-Mu menguatkan kami)

TAHAJJUD JAGALAH, SAMPAI ENGKAU RASAKAN MAQOM-MU MENJADI TERPUJI..

Shalawat Cinta…

salat-fatihi

Wangi bukhur..
Riangnya “nyanyian” hadhroh..
Nuansa kehadiran Sang Penghibur.
Telah menyeret ruh dalam suasana Munawaroh..
Kumencari cinta (dunia)..namun karunia ALLAH Pertemukanku dengan cinta yang hakiki..
Semoga sebelum mati, berjumpa denganmu, wahai Nabi..
Allohumma sholliy ‘alaa sayyidina Muhammadinil faatihi limaa ughliqo walkhootimi lima sabaqo, naashiril haqq bil haq wal haadi ilaa sirothakal mustaqiim wa ‘alaa aali haqqa qodrihi wa miqdarihil ‘azhiim.

SECANGKIR LASSI DI KOLKATA

is (1)2

Jika berkunjung (lagi) di masjid-masjidmu,
niscaya akan lebih kurasakan urat nadi,
dan ruh kehebatan usaha nubuwwah di kota-kotamu..

ramah tamah tutur indah masyarakatmu,
membuat ku tak malu untuk mengakui,
bahwa kalian diberikan begitu banyak karunia,
danĀ  juga rahmat oleh SANG MAHA LEMBUT..

Ramai masjidmu dengan amalan, dan bocah penghafal al-qur’an,
membuat segelas cangkir Lassi yang kau tawarkan, wahai kawan baruku,
terasa semakin nikmat menenangkan..

IMAM BERSURBAN BIRU……

images-36

Dalam suatu rihlah menuju keridhoanNYA medio tahun 2013..di sebuah masjid yang bernama Banglawali di Basti Nizhamudin, New Delhi pada suatu subuh yang berkah..
Syaikh Maulana Sa’ad yang setelah ditelusuri jejak nasabnya sampai kepada Sayyidina Abu Bakar Ash-Shiddiq menasihati dengan penuh kebijakan kepada hadirin saat itu, termasuk diri yang dhoif ini. Dimana beliau mengatakan, “Banyak yang membicarakan tentang kedatangannya (Imam Mahdi)..seminar seminar tentangnya dibuat..buku buku tentang imam mahdi ditulis..tapi banyak yang lalai untuk mempersiapkan amal-amal apa untuk menyambut kedatangannya.”

Demikianlah pesannya ringkas namun begitu mengena..sangat mengena karena saat ini Kita lebih banyak berdiskusi tanpa aksi sehingga tanpa disadari banyak waktu yang terbuang tanpa kita melakukan pengaplikasian (dengan menyiapkan jiwa dan raga dengan perbaikan iman dan amal).

Sungguh Kedatangan Imam mahdi sudah sedemikian dekat..Tanda-tanda kehadirannya pun sudah sedemikian banyak..Lalu pertanyaannya adalah :
Sudahkah kita mempersiapkan amal untuk menyambut Imam yang ditunggu itu?? Imam yang akan membawa Islam kembali jaya di akhir zaman..
Sudahkah kita mempersiapkan karakter dan sifat kita sebagaimana sahabat, sehingga nanti kita siap menjadi shahabat bagi Imam Mahdi yang merupakan keturunan Baginda Nabi Shallallohu ‘alaihi wasallam??

Thus, Ini memang hanya teori kawan..dan bahwa sesungguhnya praktek untuk meraih derajat mulia ini hanya dapat diperoleh dalam perjuangan penuh mujahadah yakni riyadhoh lahir bathin dan dakwah dan tabligh serta khuruj fii sabiilillah..
Jika meninggalkan anak, istri, rumah yang kita cintai aja sudah demikian berat, lalu bagaimana nanti jika panggilan jihad menghadapi Dajjal datang???

Mari latihan dari sekarang, tinggalkan Istri, anak, kluarga, rumah, pekerjaan untuk agama hanya sementara ( 3 hari setiap bulan, 40 hari-setiap tahun dan 4 bulan hanya sekali dalam seumur hidup) sebelum nanti datang panggilan jihad yang sesungguhnya…

Dan terakhir, sekedar info bahwa Buku ketiga yang akan saya tulis, dan lumayan lama tertunda pengerjaannya insya ALLAH akan segera saya rampungkan..buku ketiga ini bertemakan akhir zaman.
Dimana saya mengharapkan Semoga buku ini dapat bermanfaat dalam persiapan anda menyongsong huru hara akhir zaman..
Karena sejatinya adalah orang yang beruntung disaat itu, yakni saat tidak bermanfaatnya lagi teknologi dan sebagainya adalah orang yang sudah melakukan persiapan Iman dan amal sholih..wallohu a’lam.
So, Nantikan buku ketiga saya:
“The Blue Turban vs The One Eye”( Sang Surban Biru vs Si Mata satu) !!! Insya ALLAH…

KESEMPATAN KEDUA…..

Jika makhluq bernama taqdir telah ditentukanNYA agar raga dan jiwa ini kembali menuju tempat dimulainya pengaktifan akal tuk mengarungi kehidupan..
Kembali untuk kembali..
Dari Tempat mengawali menuju tempat mengawali kembali..
“Inikah Second chance??”
yang akan meluber menuju penyatuan hasrat, ketundukan..kepasrahan..bahwa makhluq bernama taqdir itu telah menjalankan tugasnya dengan sebaik baik pelaksanaan..
“Wahai Taqdir..Ijinkan aku tuk bersujud kepada Rabb-ku” kataku tegas bak angin panas bulan Maret telah menyapu badai hujan yang menakutkan jiwa..
Tak lupa kuselipkan sebait do’a yang takkan dilupa oleh Sayyidina Muadz bin Jabal setelah sujudku, “Allohumma a’inniy ‘alaa dzikrika wa syukrika wa husni ‘ibadatika..images-46

MAQOM CINTA…..

 

43336528_179741849592587_4459862192983900160_n

Duhai Hawa,

Rahasia dari segala rahasia akan terbuka,

Jika hati ini suci dari najis dunia

Cahaya diatas cahaya akan terlihat mata,

Jika maqom Jiwa sudah tak terkesan dengan semua

 

Duhai belahan jiwa,

Jika cinta ini memilih untuk melepas dunia,

Dan mengambil akhirat,

Maka Ratu Bidadari itulah dirimu,

Dan Istana yang dibawahnya mengalir sungai-sungai dari air suci, susu, arak, madu, akan menjadi milikmu slamanya.

 

Duhai Dindaku,

Sudah tak sabar meraih lembut tanganmu,

dan mengajakmu tuk melihat wajah-NYA

ALLAH, Rabb yang telah menyatukan jiwa kita..

 

Kategori:Bebas, Puisi Tag:,