SANG PENGHIBUR…

_109478479_antara-aceh1

Santri Jamaah Tarbiyah Islamiah Mazhab Syaf’i melakukan penghormatan bendera Merah Putih saat mengikuti upacara peringatan Hari Santri Nasional (HSN) di lapangan balai pengajian Jamaah Tarbiah Islamiah, Kandang, Lhokseumawe, Aceh, Rabu (23/10). Foto. Antara/Rahmad

Sungguh nyesek juga melihat bagaimana manusia menangis, terharu, merintih, bermuram durja karena sosok tokoh idolanya..menari ,menyanyi, mengernyitkan dahi, mengumbar senyum, mengajak bergembira, menghibur dengan totalitas demi rating dan ketenaran…( seperti  fans band korea, dsb. )
Padahal sang idola, hanyalah penghibur yang takkan bisa menghiburnya dengan sangat lama….
Mungkin kebahagiaan yang sang fans akan diperoleh namun kesannya hanya sesaat saja..kalau gak sehari, mungkin tiga hari, 40 hari, 4 bulan, setahun, dua tahun…yang pasti kenikmatan dan kebahagiaan yang dirasakan setelah melihat, berjumpa, berfoto dengan idolanya hanya bertahan sebentar saja dan pasti suatu saat akan berkurang…berkurang..berkurang sampai akhirnya itu hanya menjadi kenangan..yang rasanya samar-samar…
Jauh sekali rasanya (dan memang tidak boleh dan tidak akan bisa disamakan antara mengidolakan Nabi dengan siapapun dimuka bumi ini, karena tidak ada bandingannya)  jika kita mengidolakan Baginda Nabi Muhammad, Sang Penghibur sejati..yang apabila mengidolakannya sepenuh hati, menghidupkan semua sunnah dalam kehidupan kita, maka kehidupan kita akan menjadi kehidupan yang terberkati..bahkan terhiburnya hati kita, jika kita mengidolakan beliau adalah bukan hanya kita rasakan senangnya di dunia yang sementara ini saja, tapi sampai dengan kehidupan kita yang selama-lamanyya di surgaNYA ALLAH Subhaanahu wa ta’ala, yang ada awal namun  tidak ada akhirnya….
Itulah Kebahagiaan yang hakiki akan kita peroleh..bukan kebahagiaan semu yang akan lekang oleh waktu..yang akan rapuh oleh goyangan zaman dan “makan”/ tempat…
Namun sayang, diakhir zaman yang oleh Almaghfurollah TGH. Maulana Syaikh Zainuddin Abdul Majid Al-Fanshuri Rahmatulloh ‘alaihi disebut sebagai Zaman penuh fitnah ini, sunnah Baginda Nabi menjadi asing bagi ummat musim sendiri, bahkan sangat miris dan menyesakkan karena menjadi suatu olok-olokan bahkan yang kurang ajar lagi, menjadi suatu pencitraan negatif kepada suatu kelompok yang berbahaya..na’udzubillah min dzaalika!!!
Yang sedang viral saat ini adalah mengenai Cadar dan Celana Cingkrang, padahal dalam Alquran dan hadits sudah diterangkan bahwa penggunaan cadar adalah untuk menjaga kehormatan Muslimah, agar tak tampak kecantikan wajahnya atau tubuhnya yang mengundang nafsu para lelaki dan dalam mazhab Syafi’i penggunaan cadar adalah wajib jika wanita itu dikhawatirkan karena kecantikannya mengundang syahwat laki laki non mahrom sehingga perlu ditutup. Sedangkan mengenai celana cingkrang dalam sebuah hadits yang mafhumnya bahwa mengenakan celana yang menutupi mata kaki itu maka tempatnya adalah neraka!!! Lho…ini bukan saya yang mengatakan tapi baginda Nabi lho, karena menutupi mata kaki itu adalah tasyabbuh ( menyerupai ) orang-orang yang sombong, sedangkan dalam agama Islam, bersikap sombong itu tidak boleh dan menyerupai suatu kaum yang sombong itupun juga gak boleh. Sehingga penggolongan Cadar dan Celana Cingkrang sebagai ciri-ciri teroris atau kelompok berbahaya sesungguhnya sangat tidak tepat, karena jika ada teroris yang melakukan kejahatan dan menggunakan cadar dan celana cingkrang, itu mah namanya oknum dan bisa jadi propaganda saja agar Ummat suatu agama menjadi terpojok atau upaya pendiskreditan. Jadi, tidak boleh menyamaratakan sesuatu hal karena ulah atau indakan sekelompok kecil atau oknum yang bisa jadi punya tujuan untuk menjelek-jelekan suatu kaum atau ummat agama tertentu.
Jadi, kembali lagi kita kepada awal pembahasan ini, bahwa memang diakhir zaman, akan timbul segala kegaduhan dan fitnah seperti ini, sebagaimana satu mafhum hadits Nabi yang artinya : “Islam berawal dari sesuatu yang asing dan diakhir zaman akan kembali  asing, maka bahagialah orang yang asing.”
Saat mayoritas manusia mengatakan bahwa Cadar, Celana CIngkrang, Jenggot, dan tanda-tanda muslim lainnyya sebagai sesuatu yang aneh, asing dan tak familiar bahkan dikatakan sebagai sesuatu yang  mencurigakan, berbahaya dan berkaitan dengan kategori kelompok membahayakan, maka saudara-saudariku yang dalam hatinya telah terbersit dengan tekad kuat berlandaskan keimanan bahwa semua ‘atribut’ yang dikenakan adalah untuk meraih ridlo ALLAH, dan dalam rangka mendukung serta bukti cinta dan pengidolaan kepada sosok Baginda Nabi, maka jalanlah terus dengan senatiasa disertai dengan amalan, juga pengimpelementasian akhlaq yang  baik yang akan menggugurkan praduga tak berdasar dan salah serta paranoid berlebihan tentang cadar dan celana cingkrang. Kemudian senantiasa berdoa, dan yakinlah bahwa suatu saat, para penentang dan pencibir serta tokoh yang vokal mendukung pelarangan cadar dan celana cingkrang serta atribut Islam lainnya mendapatkan hidayah sehingga mereka menjadi sadar bahwa betapa sempit pemahaman mereka akan hal ini dan betapa sedikitnya mereka memahami tentang sunnah Nabi dan hikmahnya yang terkadang tidak bisa difahami dengan akal manusia yang penuh keterbatasan namun meski dengan hati yang mencintai penuh keimanan…….
Istiqomahlah wahai Ghuroba ( Orang-Orang Asing )!!!
” Barangsiapa yang berpegang teguh dengan sunnah-ku dikala rusaknya ummat-ku, maka baginya pahala seratus orang mati syahid.” (Al-Hadits )
Jadi, mari di Bulan Rabi’ul Awwal ini, Bulan kelahiran Baginda Nabi, kita perbanyak shalawat, menghidupkan sunnah Nabi dalam diri, kehidupan dan sekitar kita..
Semoga hikmat Maulid ini akan memberi kita kekuatan melewati masa-masa kedepan yang penuh ketidak pastian….Aamiin.

( Allohumma Sholli ‘Alaa Sayyidina Muhammadinil Faatihi Lima Ughliqo Wal Khootimi Lima Sabaqo, Naashiril Haqq Bil Haqqi Wal Haadi ila Sirotikal Mustaqiim Wa ‘Alaa Haqqi Qodrihi Wa Miqdaarihil ‘Azhiim )

Tanjung, KLU menunggu turunnya Rahmat dan Hidayah di Bulan Muharrom Yang Mulia…

      Tak terasa sudah setahun lebih sejak gempa melanda Bumi Dayen Gunung…
Kali ini, pada hari Sabtu, tanggal 21 September 2019, bertepatan dengan 21 Muharrom 1441 Hijriyah, kami datang kesana bukan untuk melihat keganasan gempa setahun yang lalu, tapi kami datang untuk mengharap rahmat dan hidayah turun untuk kami, juga masyarakat Lombok Utara serta ummat seluruh alam, dengan kedatangan Kyai kami tercinta, Kyai Gus Ubaidillah Ahror, Pimpinan Pondok Pesantren Al-Fatah, Temboro, Karas, Magetan, Jawa Timur.
Perjalanan memakan waktu sejam lebih dan tepat saat sholat Maghrib berjamaah akan dilangsungkan kami tiba di Lokasi pengajian. Kami pun langsung bergegas mengisi shaff sholat dan melaksanakan sholat dengan berusaha sekhusyu’ mungkin. Sholat Maghrib diimami langsung oleh Sang Kyai yang kami cintai.
Kemudian, setelah sholat sunnah ba’diyah maghrib kami pun kemudian dengan tawajjuh mendengarkan Pengajian yang disampaikan oleh Kyai yang akrab disapa dengan Kyai Ubaid.
Berikut beberapa petikan nasehat beliau yang berhasil kami tulis dan kami coba bagi di Blog ini. Semoga bermanfaat.
Pesan Kyai Gus Ubaid :
– Hal yang dapat membuat hati gelap adalah sering bermaksiat kepada ALLAH, dan yang  membuat hati tenang adalah senantiasa berbuat taat kepada ALLAH.
– Perbaiki hubunganmu dengan ALLAH agar sejahtera dan damai serta selamat hidupmu.
–   Senantiasa mengamalkan sunnah Rasulullah dalam setiap detik kehidupanmu.
– Senantiasa ingatlah akan apa yang akan kau kerjakan, apakah hal itu akan menghasilkan pahala ataukah dosa??
–  Senantiasa ingatlah bahwa setiap amalan yang kita kerjakan, akan diperlihatkan kepada Rasul. Jadi jika kita membuat amalan kebaikan, maka hal itu akan membuat Rasul gembira, dan begitu sebaliknya.
–   Senantiasa ingatlah akan kematian, bahkan jadikan ia sebagai wiridan. Yakni katakanlah, “Mati, mati, mati.” sehingga ketika akan berbuat maksiat, kita akan takut dan tidak jadi melakukannya.

(Insya ALLAH, niat amal dan sampaikan)…

Setelah sholat isya’ dan rawatibnya, kemudian acara khidmat pun berlangsung. Semua peserta Pengajian dibagikan tho’am untuk makan malam. Masya ALLAH, setelah ruhani diisi, maka jasmani pun diisi. Alhamdulillah.

Kami pun akhirnya pulang, membawa sebait asa dan harap..
untuk KLU dan masyarakatnya…
Juga untuk diri kami, keluarga kami dan ummat seluruh alam..
semoga kedepan, kebaikan-kebaikan akan tercurah untuk kami. Setelah duka, setahun yang lalu, menyelimuti KLU..
Insya ALLAH…Aamiin!!!

 

CINTA SEJATI ITU ADALAH…

w644

Cinta sejati itu adalah  bagaimana bisa bersama dengannya bukan hanya didunia yang fana ini, tapi bisa bersama dengan orang yang kita sayangi, yang kita cintai sampai disurgaNYA…insya ALLAH
jadi mari  kita saling menjaga agar fokus kita menuju kebersamaan yang hakiki itu terus terarah…

( semoga ALLAH terima amal kebaikanmu dan ampuni dosa Bapak..aamiin )

Kategori:Bebas, Muslim Tag:

Jika……….

Jika ingin dikenal oleh ALLAH, maka ajak orang untuk mengenal ALLAH..
Jika ingin dicintai ALLAH, maka ajak orang untuk mencintai ALLAH..
Jika ingin disayang oleh ALLAH, maka ajak orang untuk menyayangi ALLAH..
Insya ALLAH??!

Pesan Romo Kyai Uzairon Rahmatulloh ‘alaihi…

“Jangan tinggalkan istoghosah…
Karena kita tidak tahu masa depan itu akan seperti apa..”
(Pesan dari Allohuyarhamu Romo Kyai Uzairon Rahmatulloh ‘alaihi.)

HIJRAH AKHIR ZAMAN..

Suatu perjalanan adalah salah satu dari azab..
perjalanan terkadang melelahkan, menyebalkan..
namun akan sirna setelah sampai di tujuan..
wajah ramah, senyum terkembang menyambut kedatangan..
ada suka, duka dan banyak hikmat dalam perjalanan..
Sungguh, sering bepergian menjadikan tinggi kebijaksanaan, luas wawasan dan dalam pemahaman.
Apalagi jika ada niat untuk dapatkan Ar-Rahman.
maka stiap duka akan berganti kebahagiaan,
setiap kesepian,akan berganti dengan kedekatan,
dan ridloNYA jadi tujuan..

( kepingan-kepingan memori saat saya melakukan perjalanan tuk meraih hikmah belum lama ini…Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya Selatan, Masjid Jami’ Kebon Jeruk Jakarta Barat dll, menjadi saksi bahwa saya, Al-Faqir telah menjejakkan kaki, dengan niat muqorrobah kepada Dzat Yang Maha Suci dan Maha Pengampun… semoga ALLAH terima perjalanan ini…aaamiin!!! )

Mengharap Perjumpaan (Qoblal Akhiroh)…

salat-fatihi

Wangi bukhur..
Riangnya “nyanyian” hadhroh..
Nuansa kehadiran Sang Penghibur.
Telah menyeret ruh dalam suasana Munawaroh..

Kumencari cinta (dunia)..namun karunia ALLAH Pertemukanku dengan cinta yang hakiki..
Semoga sebelum mati, berjumpa denganmu, wahai Nabi..

Allohumma sholliy ‘alaa sayyidina Muhammadinil faatihi limaa ughliqo walkhootimi lima sabaqo, naashiril haqq bil haq wal haadi ilaa sirothakal mustaqiim wa ‘alaa aali haqqa qodrihi wa miqdarihil ‘azhiim.