MERASAKAN CINTA HAKIKI SEORANG SULTAN DI ISTAMBUL (FOR ADINDA AZZAHRA…)

            Menyusuri sepanjang jalan menuju Hagia Sofia..
Teringatlah aku dengan sepasang mata yang telah menundukkan hatiku.
Yah..meski raga ini telah melalui ribuan mil perjalanan mengelilingi dunia namun mata yang diciptakan dengan penuh kasih sayang oleh Sang Rahman masih tetap saja terasa mengikuti.

       Jalanan cukup ramai pagi itu dan menikmati pagi hari di Museum Ayasofia atau Hagia Sofia merupakan pilihan yang cukup bagus sambil menunggu waktu dhuha.
Terlebih lagi hari ini adalah Menyelami bagaimana kesan yang dirasakan saat Seorang Sultan yang fenomenal yang bernama Sultan Muhammad Al-Fatih yang menaklukkan Kota Istambul, yang saat itu masih bernama Konstatinopel pada tanggal 20 Jumadil Awal 857 H atau bersamaan dengan tanggal 29 Mei 1453 M.
Yah, tepat 565 tahun yang lalu, Kota Konstatinopel yang saat itu merupakan Kota paling strategis dan merupakan Kota dengan benteng terkuat di dunia harus takluk oleh seorang pemuda tangguh bernama Sultan Muhammad yang dengan keberhasilannya  itu akhirnya digelari dengan Al-Fatih dibelakang namanya yang agung.

         Semilir angin di bulan April dengan  warna warni tumbuhan dan bunga-bunga yang seolah-olah tersenyum ceria menyambut hari “pembebasan” Kota ini dan membuatku semakin bersemangat untuk segera memasuki museum Ayasofia. Untung saja, jam tangan digitalku menunjukkan pukul 09.09 dan museum yang dahulunya adalah gereja, kemudian saat ditaklukkan oleh Sultan Muhammad Al-Fatih beserta pasukannya diubah menjadi Masjid ini,  telah dibuka untuk umum dan memang setiap harinya, Museum yang beralamatkan di Jalan Sultan Ahmet Mahallesi, Ayasofya Meydanı, 34122 Fatih / İstanbul, ini dibuka dari pukul 09.00 dan ditutup di sore harinya pada pukul 17.00.

            Masuk kedalam ruangan museum, aku langsung menuju ke bagian ruangan yang banyak terdapat surat-surat dari khalifah Utsmaniyah, di bagian ini terdapat sekitar 10.000 sampel surat yang ditujukan maupun yang dikeluarkan kepada khalifah. Aku mengamati beberapa surat yang sepertinya permintaan suaka dari orang rusia kepada Khalifah Utsmaniyyah. Sungguh demikian adil dan baiknya pemerintahan khilafah saat itu, sehingga kaum kafir pun meminta suaka untuk dilindungi oleh kekhilafahan saat itu. Masya ALLAH!

             Akan tetapi hal itu tidaklah terlalu mengherankan bagiku, karena bagaimana tidak, iman dan amalan Sultan Muhammad Al-Fatih dan Pasukannya saat itu sudah dipuji oleh Rasulullah sendiri dalam sebuah hadits yang mafhumnya “Sungguh Konstantinopel akan ditaklukkan, dan sebaik-baik pemimpin adalah pemimpin pasukan (yang menaklukannya) itu dan sebaik-baik pasukan adalah pasukan itu.”

         Kesholihan Sang Sultan terekam dalam kisah yang mahsyur, bahwa  pada suatu hari timbul suatu permasalahan, yakni ketika pasukan islam hendak melaksanakan shalat jum’at untuk pertama kali di Islambul, yang sebelumnya bernama Konstatinopel Maka Sultan pun bertanya kepada seluruh rakyatnya saat itu, “Siapakah yang layak menjadi imam shalat jum’at?”
Pertanyaan Sang Sultan tidak ada yang menjawab karena tidak ada yang berani untuk menawarkan dirinya untuk menjadi Imam Sholat Jum’at. Melihat hal itu, maka Sultan  Muhammad Al Fatih pun kemudian berdiri. Beliau meminta kepada seluruh rakyatnya untuk ikut berdiri. Kemudian beliau bertanya. “ 
Siapakah diantara kalian yang sejak remaja, sejak aqil baligh hingga hari ini pernah meninggalkan shalat wajib lima waktu?
Jika pernah, maka silakan duduk 
”.
Setelah mendengar pertanyaan dari Sultan mereka, maka tidak seorang pun pasukan Islam yang duduk. Semua masih tetap tegak berdiri. Lalu Sultan Muhammad Al Fatih kembali bertanya: “ 
Siapakah diantara kalian yang sejak baligh dahulu hingga hari ini pernah meninggalkan shalat sunnah rawatib? Maka kalau ada yang pernah meninggalkan shalat sunah rawatib, sekali saja, maka silahkan untuk duduk”.

    Maka setelah mendengar pertanyaan dari Sultan tersebut, maka sebagian lainnya ada yang segera duduk. Dengan mengedarkan pandangan matanya ke seluruh rakyat dan pasukannya,  Sultan Muhammad Al Fatih kembali berseru, lalu bertanya: “ Siapa diantara kalian yang sejak masa aqil baligh sampai hari ini pernah meninggalkan shalat tahajjud di kesunyian malam? Maka bagi siapa yang pernah meninggalkannya atau kosong satu malam saja, silakan duduk” Semua yang hadir dengan cepat duduk. Kecuali satu orang saja yang tetap tegak berdiri. Siapakah dia?? Dialah, Sultan Muhammad Al Fatih!

      Masya ALLAH..pantaslah ALLAH berikan kemuliaan yang tinggi bagi Sultan Muhammad AlFatih dan pasukannya karena begitu gigih mereka untuk senantiasa menjaga kekuatan iman dan amalannya  terutama adalah sholat malamnya. Sungguh merinding membayangkan kekuatan sholat mereka, apalagi jika dibandingkan dengan sholat Nabi Muhammad Shallallohu ‘alaihi wasallam dan para shahabat Radhiyallohu ‘anhum. Tentunya lebih hebat lagi.

          Jujur, kisah ini sering aku gunakan untuk memotivasi diri agar istiqomah menjaga sholat nawafil dan tahajjud. Sehinga jika aku terserang perasaan malas untuk tahajjud maka dengan mengulang kisah ini dan mengesankannya dalam hati akan membangkitkan kembali gairah untuk beramal . Apalagi jika disandingkan dengan fadhilah atau keuntungan menjaga tahajjud adalah mendapatkan bidadari yang banyak, maka makin kuatlah semangat itu. He he.

          Setelah mengamati beberapa surat lagi, maka aku pun mencari ruangan untuk sholat dhuha. Sholat Dhuha?? Yap, jangan heran, karena beberapa tahun belakangan ini, Museum Ayasofia mulai difungsikan kembali oleh  Pemerintah Recep Tayyip Erdogan seagai Masjid.

          Dan setelah menemukan ruangan untuk ibadah, ku pun mulai berusaha merasakan agaimana cinta hakiki yang telah ditularkan oleh Sulatn Muhammmad Alatih diseantero Kota Istambul. Cinta hakiki seagaiNabi yang menginginkan semua manusia ini taat kepada ALLAH dan masuk dalam keselamatan sehingga terbebas dari Aab ALLAH Subhaanahu wa ta’ala.

Dan kali ini, bayangan mata indah yang menyertai perjalananku beberapa tahun ini, hilang berganti dengan aura kebaikan yang banyak didalam Masjid Ayasofia. Karena saat ini kurasakan Cinta Hakiki Sang Sultan di Kota Istambul, wahai Adinda Azzahra.

Dan kemudian kututup sholat dhuhaku dengan salam, penuh kemenangan dan senyuman….AKu tahu apa yang haus kulakukan setelah kembali ke kampung halaman.

 

 

 

Iklan
Kategori:Bebas, Muslim

Jord Qudama Temboro 2017

Alhamdulillah…
Perjalanan makhluq bernama waktu kembali menggiring hamba-NYA dan Ummat Baginda Nabi Shallallohu ‘alaihi wassalam di akhir zaman ini untuk mendatangi Bumi Para Waliyullah yakni Jawa tepatnya di Pondok Pesantren Al-Fatah Temboro, Karas, Magetan, Jawa Timur.
Insya ALLAH perjalanan kali ini menjadi perjalanan yang ke-3 kalinya.
Semua tiket dan akomodasi insya ALLAH sudah disiapkan untuk menghadiri pertemuan para ahli dakwah yang pernah meluangkan waktunya untuk berdakwah selama 4 bulan itu yang insya ALLAH rencananya akan  diselenggarakan pada tanggal 3 Desember 2017. Saya sendiri bersama dua teman berangkat dari BIL ke Juanda Airport tanggal 29 November 2017, insya ALLAH.
Kedatangan saya ini semoga dengan niat yang lurus, dan berharap ridho ALLAH ta’ala dan mengambil berkah mendengarkan nasihat–nasihat dari para Masyaikh untuk mengobati hati yang masih perlu diperbaiki kesuciannya, disirami agar tidak gersang dengan siraman petuah agama..
Semoga ALLAH kirim sebanyak-sebanyaknya da’i untuk hadir dan mengambil manfaat dan berkah dari pertemuan itu nanti…aamiin!
Semoga ALLAH terima niat dan kita berjumpa disana, saudara-saudaraku..insya ALLAH!

Traveloka dan perjalanan spiritualku..

Assalaamu’alaikum pembaca yang budiman…

Masya ALLAH tak terasa sudah cukup lama, saya tidak menulis di blog saya ini. Dan sekarang tiba-tiba begitu saja, saya kemudian menulis tulisan yang berjudul “Traveloka dan Perjalanan Spiritualku”!! Kalian pasti bertanya-tanya kan??

Baiklah, tulisan ini saya tulis sebagai bentuk terimakasih saya kepada Traveloka, karena semenjak tahun 2011 saya termasuk orang yang cukup rajin menggunakan jasa Traveloka untuk memesan tiket pesawat. Dengan fitur Best Price Finder memudahkan saya untuk mendapatkan tiket pesawat yang bersahabat dengan kantong saya sehingga perjalanan yang saya idam-idamkan pun terlaksana dengan harga yang tidak terlalu menguras kantong sehingga anggaran yang tersisa tadi dapat dipergunakan untuk membeli oleh-oleh untu keluarga atau untuk melengkapi keperluan akomodasi saat berada di daerah tujuan. Fiturnya sungguh sangat membantu sekali karena saat klik dan search, langsung otomatis ada pengaturan harga tiket pesawat dari yang termurah dengan berbagai pilihan pesawat dan waktu keberangkatannya  .

Alhamdulillah semenjak 2011 saya menggunakan jasa Traveloka, kurang lebih sekitar 6 tahun dan sudah hampir puluhan kali harga-harga tiket yang saya dapatkan sungguh termasuk terjangkau bahkan bisa dibilang murah sehingga jika ada kegiatan di luar daerah, maka dengan serta merta yang pertama kali saya lakukan adalah mengambil Tab saya dan kemudian membuka aplikasi Traveloka dan menggunakan fitur Best Price Finder. Dan jika ada dana di rekening maka insya ALLAH transaksi pesan tiket pun terjadi dan beberapa pekan kemudian, saya pun tersenyum dan  mengangkasa dengan pesawat yang saya dapatkan tiket penerbangannya dengan murah dan terjangkau melalui Traveloka.

Terakhir, saya doakan semoga Traveloka  semakin baik dan maju serta sukses karena Traveloka telah membantu saya dan memudahkan saya melakukan berbagai perjalanan spiritual seperti ke Jakarta, Bandung, Surabaya yang membuat saya menjadi manusia yang kenal dengan penciptanya yakni ALLAH sehingga dengan “pengembaraan” di akhir zaman itu membuat saya makin tenang dan paham bahwa segala kesusahan di dunia ini akan hilang jika kita mendekat kepada ALLAH dan memperkuat hubungan denganNYA.

Sekali lagi, terimakasih Traveloka.

 

 

Kategori:Bebas

DOA AGAR TERHINDAR DARI MUSIBAH, KECELAKAAN, BALA DLL

Amalan ini merupakan doa yang dibaca oleh Nabi Khidir dan Nabi Ilyas ketika beliau berdua berjumpa saat musim haji yang dimana ada sebagian ulama yang meyakini ahwa beliau berdua masih hidup.

Ini doanya, afdholnya dibaca pada pagi dan menjelang petang :

Bismillah Maasya  ALLAH, Yaa Yasuuqul Khoiro IllaLLOH

Bismillahi  Maasya ALLAH Yaa Yashriifus su-u Illa Billah

Bismillahi Masya ALLAH Maa Ni’matin Fa minalloh

Bismilllahi Maasya ALLAH Laa Haula wa la quwwata illa billah

Insya ALLAH niat amal dan sampaikan:)

UJIAN ADALAH PELEMBUT HATI, KAWAN..

Malam tadi, dua kejadian besar terjadi dalam hidup sang pemuda..
meski pahit, tapi dengan pemahaman yang masih mencoba menjadi suatu karakter, semua itu ia coba lalui dengan menyerahkan urusan pelik namun penuh hikmah itu kepada Sang Maha Kuasa..
ALLAH adalah Dzat yang Maha Menggenggam Segala Urusan..
Jodoh, Rezeqi dan kematian, tidak ada makhluk satu pun yang mengetahui akan kadarnya..
Entah ia akan beristri satu, dua, ataupun tiga bahkan empat..atau tidak ada sama sekali! wallohu a’lam
Entah ia akan mendapatkan rezqi yang berlimpah ruah atau ala kadarnya..wallohu a’lam..
Ataukah ia akan mati sebelum berhaji, atau ia akan mati sebelum keriput dan ringkih tubuhnya..ataukah..ataukah…Hanya ALLAH Dzat Yang Maha Tahu yang mengetahui segala sesuatu..

Setelah perenungan beberapa lama dan ia pun sudah menyelesaikan amalan kontemplasinya,
Kini pemuda itu sudah dapat menyunggingkan senyuman,
setelah Dzikir asmaul husna dengan pilihan, “Yaa Lathiif” telah menyelamatkan hatinya dari kekalutan..
Sejenak hatinya yang telah bercahaya ma’rifat menggerakkan bibirnya tuk menyemaikan rasa cinta yang telah tumbuh semakin subur kepada Rabb-nya..
“Meski aku kehilangan cinta dari Makhluq-MU, Yaa Lathiif, asal jangan sampai aku kehilangan cinta-MU”

ia mengusap kedua matanya yang meneteskan beberapa tetes air mata, dengan surban birunya, dan ia pun melangkah pulang..

Pulang menuju rumah, yang ia tidak tahu balasan yang telah ALLAH siapkan untuknya karena ketawakkalannya dan ucapan indahnya menyebut asmaul husna…

latif1

DOA..YA, DOALAH SENJATA TERBAIK-MU

Jika segala ikhtiar tanpa dilalui dahulu dengan do’a, maka bisa dipastikan persentase keberhasilannya adalah sangat kecil..
Namun jika sebelumnya terlebih dahulu dimulai dengan amalan-amalan kemudian doa baru kemudian berusaha dan selanjutnya ditutup dengan doa dan sikap tawakkal, maka yakinlah tingkat keberhasilan akan sangat tinggi, karena akan ada pertolongan ALLAH dalam segala kejadian atau prosesnya..

Ya, maka jadikanlah doa sebagai ‘senjata’ terbaik-mu meraih impian dan cita-cita ataupun segala hajat di dunia dan akhirat..
Latihlah dzikir dan do’amu sehingga menjadi senjata yang sangat ampuh untuk membidik sasaranmu..
Sehingga belum kau tarik pelatuknya atau buka dari sarungnya, maka ‘musuh’mu sudah berlari ketakutan..

Karena sesungguhnya, Jika dirimu adalah Orang beriman yang kuat keimanannya, maka saat Tanganmu belum kau naikkan, dan sesuatu hal baru saja terbersit di hatimu, maka  ALLAH telah tunaikan hajatmu, sebelum bibirmu merintih pelan dengan penuh harap dan takut..

Semoga doa kita menjadi senjata terbaik kita menghadapi hidup yang penuh dengan tantangan dan ujian di akhir zaman ini..aaamiiin41-doa-senjata-kaum-muslimin

YANG BERHARGA, AKAN SEMAKIN BERKILAU GEMILANG SETELAH IA MENGHILANG…

syukur2
Kebanyakan manusia menginginkan suatu kesempurnaan, namun karena pemikirannya itu. Maka ia terhijab dari suatu kesempurnaan yang telah ALLAH berikan kepadanya. Sehingga karena ketidak bersyukurannya tersebut, membuat ALLAH tidak senang bahkan menjadi murka jika sang Hamba malah bermaksiat untuk mencari kesempurnaan itu?? Na’udzubillah.

Sekarang yang menjadi pertanyaan adalah bahwa apakah kita tergolong manusia yang bersyukur dengan “ketidak sempurnaan” dari sesuatu pemberian atau anugerah yang sebenarnya terbaik dan sempurna yang diberikan oleh ALLAH YANG MAHA SEMPURNA  kepada setiap diri kita ataukah kita menjadi golongan manusia yang tidak pandai bersyukur atau lebih parahnya, kufur dengan nikmat-NYA..Na’udzubillah min dzaalika!

Semoga tangisan taubat dan permohonan ampun kita di sepertiga malam, meredakan amarah ALLAH kepada setiap diri kita yang sepantasnya senantiasa patuh tunduk dan taat kepada perintah-NYA dan mensyukuri setiap limpahan karunia-NYA..

Semoga taubat kita diterima-NYA..aaamiiin..

Dari Praya, sebuah kota kecil yang penuh kenangan,
Medio Oktober yang sedih…
Catatan dari Seorang Hamba-NYA,