Beranda > Multivitamin Pengetahuan > Oh Nikmatnya Puasa Daud…( suatu pengalaman )

Oh Nikmatnya Puasa Daud…( suatu pengalaman )

Alhamdulillah, ternyata sudah hampir 2 bulan lebih  saya menjalankan ibadah puasa sunnah yakni Puasa Dawud. Kawan-kawan pasti tahu kan Puasa Dawud? Yup, betul sekali!! Puasa Dawud adalah Puasa yang dilakukan secara selang-seling yakni sehari puasa dan sehari tidak berpuasa, serta tentu saja tidak berpuasa pada hari diharamkannya berpuasa yakni hari Tasyriq dan hari raya ‘idul Fitri dan Hari Raya ‘Idul Adha.  Sekali lagi Alhamdulillah Yaa Rabbii..Engkau kuatkan aku, sehingga mampu menjalankan ibadah puasa sunnah yang paling afdhol ini.

Entah kenapa tiba-tiba saya ingin menuliskan pengalaman saya ini, tetapi insya allah semoga ini bukan suatu sikap riya’ ( na’udzubillah min dzaalik ) ataupun sombong-sombongan. Namun saya tetapkan niat dalam hati bahwa dengan tulisan ini, saya mengharapkan kawan-kawan  yang sudah tahu banyak tentang puasa Dawud tetapi belum mengamalkannya menjadi semakin termotivasi dan mau mengikuti langkah saya ini, dalam rangka semakin mendekatkan diri pada  Allah Sang Maharaja Manusia..Insya Allah.

Tulisan ini juga saya harapkan untuk menambah informasi mengenai apa saja keuntungan yang diperoleh oleh para pengamal ibadah ini. Dimana, sebelum saya menekuni ibadah ini, saya terlebih dahulu menyurvei dan membaca artikel-artikel mengenai ibadah sunnah ini. Membaca mengenai Kisah dan keutamaan serta faedah yang diberikan oleh Allah kepada  orang-orang yang mengamalkan puasa Dawud yang merupakan ibadah puasa sunnah yang paling Afdhol ini.

Oke, sebelum saya menceritakan pengalaman saya ini, saya ingin mengucapkan syukur kepada Allah “Alhamdulillahi robbil ‘aalamiin”, karena telah memberikan kekuatan dan hidayah-Nya sehingga jalan kebenaran senantiasa selalu dibukakan-Nya sedangkan jalan keburukan, alhamdulillah ditutup oleh-Nya. Insya allah.

Shalawat dan salam hendaknya selalu kita tujukan kepada Baginda Rasulullah S.A.W, yang telah membawa kita dari jalan kegelapan menuju jalan terang benderang.

Baiklah…Cerita ini dimulai  pada akhir desember 2010. Setelah beberapa bulan sebelumnya saya mengikuti kuliah Bahasa Arab dan juga belajar mengenai Islam lebih dalam. Suatu hari di Bulan Desember, di ruangan kantorku yang berfasilitas internet dengan jaringan Wi-Fi, terilhami oleh keinginan untuk mencoba hal baru untuk diamalkan dan tentunya untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah Subhaanahu Wa Ta’ala, maka saya secara sengaja membuka browser mencari situs ataupun artikel -artikel untuk membaca mengenai puasa-puasa yang dilakukan oleh orang-orang saleh dahulu.

Singkat cerita, ada satu artikel yang memuat suatu kisah yang membuat saya sangat penasaran. Dimana kisah itu menceritakan tentang seorang sahabat Nabi bernama Abdullah bin Amr, yang begitu kuat dalam beribadah, saking kuatnya, hal itu menyebabkan Rasulullah pun penasaran dan berkunjung untuk mengetahui hal itu kemudian bertanya kepada sahabatnya tersebut. Dan Abdullah Bin Amr pun membenarkan mengenai semangatnya yang tinggi dalam beribadah tersebut. Kemudian Abdullah Bin Amr pun bertanya kepada Rasulullah mengenai Ibadah yang paling Afdhol, termasuk  bagaimanakah Puasa yang paling Afdhol itu. Rasulullah yang sudah mengetahui bahwa Abdullah Bin Amr adalah Orang yang memiliki semangat dan tekad yang kuat sehingga ibadahnya sangat rajin dan banyak seperti Puasa sepanjang waktu, Shalat sepanjang waktu, sehingga tidurnya hampir tidak pernah, menasehati Abdullah Bin Amr agar memberikan hak-hak kepada anggota-anggota tubuhnya. Dalam hal ini memberikan istirahat kepada tubuhnya. Namun, Abdullah Bin Amr mengatakan bahwa jika Puasa setahun penuh pun akan mampu dia lakukan. Dan Rasulullah S.A.W pun menjawab bahwa Shalatnya Nabi Daud adalah yang utama sedangkan Puasa Dawud yakni sehari puasa sehari tidak adalah Puasa yang Paling Utama sedangkan Puasa setahun penuh atau terus menerus adalah puasa yang tidak diperkenankan oleh Rasulullah. Karena mudharatnya lebih banyak dari manfaatnya. Bahkan hukumnya adalah haram untuk berpuasa setiap hari.

Dari kisah itulah timbul suatu rasa penasaran yang amat sangat dalam diri ini mengenai Puasa yang diamalkan oleh Nabi Dawud A.S ini. Mengapa Puasa Dawud menjadi puasa yang paling Afdhol?? Apa saja kelebihan dan keutamaan yang diperoleh oleh orang yang mengamalkan ibadah sunnah ini.

Setiap orang tentunya menginginkan hal yang paling utama  dalam hidup dan kehidupannya kan? Sehingga dengan bertekad dalam hati untuk memperoleh pahala dari Allah yang utama melalui pelaksanaan Puasa Dawud ini, maka saya memantapkan diri untuk mencoba mengamalkan puasa Dawud ini, karena teringat oleh Sabda Rasulullah yakni:

Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ يُضَاعَفُ الْحَسَنَةُ عَشْرُ أَمْثَالِهَا إِلَى سَبْعِمِائَةِ ضِعْفٍ قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ إِلاَّ الصَّوْمَ فَإِنَّهُ لِى وَأَنَا أَجْزِى بِهِ يَدَعُ شَهْوَتَهُ وَطَعَامَهُ مِنْ أَجْلِى لِلصَّائِمِ فَرْحَتَانِ فَرْحَةٌ عِنْدَ فِطْرِهِ وَفَرْحَةٌ عِنْدَ لِقَاءِ رَبِّهِ. وَلَخُلُوفُ فِيهِ أَطْيَبُ عِنْدَ اللَّهِ مِنْ رِيحِ الْمِسْكِ

Setiap amalan kebaikan yang dilakukan oleh manusia akan dilipatgandakan dengan sepuluh kebaikan yang semisal hingga tujuh ratus kali lipat. Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Kecuali amalan puasa. Amalan puasa tersebut adalah untuk-Ku ( Allah ). Aku sendiri yang akan membalasnya. Disebabkan dia telah meninggalkan syahwat dan makanan karena-Ku. Bagi orang yang berpuasa akan mendapatkan dua kebahagiaan yaitu kebahagiaan ketika dia berbuka dan kebahagiaan ketika berjumpa dengan Rabbnya. Sungguh bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada bau minyak kasturi.”” (HR. Muslim no. 1151)

Subhanallah. Ibadah Puasa itu adalah untuk Allah. Dan Allah sendiri yang akan membalas Puasa kita ini. Wow!! Bayangkan saja sendiri bagaimana luar biasanya ibadah puasa ini. Dimana seperti kita sama-sama ketahui, beberapa keutamaan  puasa adalah :

  1. Puasa merupakan perisai dari berbagai hawa nafsu.
  2. Puasa sangat istimewa dihadapan Allah, karena setiap ibadah adalah untuk kepentingan seorang hamba kecuali puasa, sehingga Allah sendiri yang akan membalasnya. Seperti yang telah saya uraikan sebelumnya diatas.
  3. Orang-orang yang gemar berpuasa akan masuk surga melalui pintu khusus yang bernama Al-Rayyaan. Subhaanallah.
  4. Diantara doa yang mudah dikabulkan oleh Allah adalah doa orang yang sedang berpuasa sampai dia berbuka, atau pada saat berbuka.
  5. Dari sisi jasmaniyah, puasa bisa menjaga kesehatan tubuh.

Nah, kemudian bayangkan jika keutamaan itu digabung dengan  keutamaan dari Ibadah Puasa yang paling utama, yakni Puasa Dawud.  Subhaanallah. Bayangkan makin berlipat gandanya balasan kenikmatan yang akan diberikan oleh Sang Pemilik Alam Semesta ini, Allah Subhaanahu Wa Ta’ala. Insya Allah. Hal itu makin membulatkan tekadku untuk melaksanakan ibadah puasa sunnah ini.

Akhirnya pada tanggal 25 Desember 2010, saya memulai ibadah ini. Dan alhamdulillah puasa pada hari itu berjalan lancar. Dalam pelaksanaannya sahurnya, terkadang saya tidak melakukan sahur. Tapi biasanya saat makan malam, saya niatkan makan malam itu sebagai sahur dan berniat untuk melaksanakan ibadah Puasa Dawud esok harinya.

Dimana, niat puasa Dawud, tidak mesti menggunakan bahasa Arab, akan tetapi bisa menggunakan bahasa Indonesia. Niatnya adalah : ” saya berniat Puasa Dawud esok / hari ini ( jika sahur ) karena Allah Subhaanahu Wa Ta’ala.

Namun, saya menyarankan sebaiknya bagi kawan-kawan yang ingin melaksanakan Puasa ini, hendaknya untuk sahur. Karena selain sunnah, hal itu juga dapat menjaga tubuh kita dari rasa lemas dan lapar yang amat sangat jika belum terbiasa Puasa Dawud.

Nah, oke saya lanjut lagi ke pengalaman saya ya??..alhamdulillah, setelah hari pertama Puasa Dawud berjalan lancar. Kemudian hari selanjutnya adalah hari untuk saya tidak berpuasa. Hari itu sungguh terasa indah. Karena saya bisa bebas untuk makan-makanan yang saya sukai.He2. Karena pada dasarnya saya orangnya hobi makan. he2. Jadi, karena masih berstatus pemula, saya melakukan suatu tindakan yang hampir merugikan saya dalam perjalanan melaksanakan puasa Dawud ini.

Tindakan itu adalah saat tidak berpuasa, saya makan banyak  sebagai ”  tindakan balasan ”  karena sebelumnya saya berpuasa. Wah..wah..tindakan saya ini hampir saja menyebabkan saya sakit. Dimana selama beberapa hari, saya puasa Dawud, dan saat tidak berpuasa saya makan banyak-banyak, menyebabkan perut saya “shock”. Saya mengalami sakit perut dan diare, namun alhamdulillah puasa Dawud tetap saya pertahankan, karena diarenya tidak terlalu parah, dan kemudian setelah sembuh dan saya menyadari perilaku tidak sehat ini, saya pun membiasakan diri, untuk tidak terlalu banyak mengkonsumsi makanan saat tidak berpuasa. Alhamdulillah, puasa dan perutku tidak ada masalah lagi.

Selanjutnya, pengalamanku dalam menjalani Puasa Dawud ini adalah perasaanku menjadi sangat tenang (alhamdulillah). Dalam keseharian saya dapat mengendalikan emosi dan senantiasa selalu diberikan perlindungan oleh Allah, jika kita akan melakukan perbuatan dosa. Seperti ada sebuah tembok yang membuat kita terhalang dari berbuat dosa. Insya allah.

Disamping ketenangan batin, faedah yang saya dapatkan dari berpuasa ini adalah tubuh saya lebih fit dan jauh lebih sehat. Disamping perut saya yang dulunya lumayan buncit, kini lebih ramping dan celana-celana saya yang sebelumnya membuat sesak nafas karena lingkar pinggang saya yang lebar, malah kini menjadi sedikit kedodoran. Luar biasa, alhamdulillah Yaa Allah, atas berkah-Mu, saya jadi sehat, dan uang saya tidak habis untuk membeli celana baru lagi..he2. Betul-betul diet yang sempurna!!

Selanjutnya berkah yang saya peroleh dari Allah karena ibadah ini adalah rezeki yang cukup banyak dan pos pengeluaran yang sebelumnya cukup banyak keluar untuk konsumsi bisa diminimalisir. Yeah, sebagai seorang karyawan yang harus pulang kantor di sore hari, maka mau tidak mau kita harus siap untuk menambah pengeluaran yakni untuk makan siang. Jika tidak makan siang di kantor, maka memilih untuk pulang, ke rumah tapi ujung-ujungnya menambah pengeluaran yang lain, yakni konsumsi untuk BBM kendaraan. Jadi, terkadang kita harus membayar biaya tambahan. Sehingga dengan saya berpuasa Dawud ini, pengeluaran tadi bisa dipangkas, membuat isi dompet cukup untuk mengarungi hari sampai akhir bulan dan menunggu gajian. Alhamdulillah. Namun perlu diingat, niat anda untuk berpuasa, jangan untuk penghematan ya, niatkan karena mengharap ridla Allah Subhaanahu Wa Ta’ala. Ok? Ok dong!! he2.

Ok, mungkin ini dulu yang bisa saya share disini, insya allah jika kawan-kawan berniat untuk berpuasa Dawud, niatkan, kemudian coba dan rasakan serta jalankan dengan konsisten. Memang awalnya akan terasa berat, namun lama-kelamaan setelah terbiasa, rasakan sendiri kehebatan Puasa ini. Insya Allah, dengan niat karena Allah, semoga pintu Syurga Ar-Rayyan disiapkan oleh Allah Subhaanahu Wa Ta’ala untuk kita, yang gemar berpuasa untuk mengharap ridla-Nya. Amiin Yaa Robbal ‘aalamiin!!

 

 

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Berikan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: