SURGA TERLALU LUAS UNTUK DIRIMU SENDIRI….

28 Oktober 2011 Tinggalkan Komentar

Bismillahhirrohmaanirrohiim…

Assalaamu’alaikum warohmatullohi wa barokatuh..

Alhamdulillah, puji syukur kehadirat Allah subhaanahu wa ta’ala, yang masih memberikan kita nikmat Iman dan Islam, nikmat yang terbesar, karena dengan nikmat ini, maka manusia ini bisa selamat dari azab dan siksa-Nya..

Shalawat dan salam senantiasa kita haturkan untuk Baginda Rasulullah Shollallohu ‘alaihi wa sallam..Amma ba’du…

FASE PERJALANAN SPIRITUAL

Hmm, sudah lama rasanya, tidak berbagi pengalaman dan ilmu dengan menulis di Blog ini dan alhamdulillah, Allah memberikan saya kesempatan untuk menuliskan pengalaman saya selama ini, sebuah pesan dan nasihat yang semoga dicatat sebagai amalan tak terputus sebagai penebus segala salah, khilaf dan pemakaian waktu yang banyak untuk hal yang sia-sia selama ini…

Jujur, saya ingin sedikit berbagi pengalaman dan nasehat juga kisah dengan saudara-saudari..Insya Allah bukan untuk menggurui, menyombongkan diri juga bukan untuk menghakimi.

Namun insya Allah, saya niatkan semua ini untuk memberikan pengetahuan dan sebagai suatu amalan, meski hanya kecil, semoga pelajaran ini dapat memberikan inspirasi, dan puji syukur, jika kemudian dapat memberikan suatu ilmu dan menyentuh hati, kemudian diucapkan oleh lisan dan kemudian digerakkan melalui badan dalam sebuah amalan yang istiqomah…dengan niat ilallah…Insya Allah..amiin amiin amiin!!

Baik, dengan jujur saya menceritakan bahwa Selama 2 tahun ini saya  mengalami suatu pergulatan spiritual…

Dimulai dengan saya mulai mengamalkan suatu amalan yakni dzikir dengan menggunakan asma’ul husna (setelah selesai sholat)…Dimulai dengan amalan Yaa Rozzaq ( Maha Pemberi Rezeki), Yaa Salaam, dan lainnya…( saya biasanya  paling banyak membacanya saat dalam perjalanan menuju tempat bekerja yang cukup jauh )…

Amalan ini istiqomah saya jalankan, dan alhamdulillah, Allah memberikan saya rezeki yang cukup banyak, keselamatan dan perlindungan-Nya dalam setiap perjalanan, baik saat menuju kantor dan pulang sampai rumah. Sampai hampir setengah tahun kemudian, ada rezeki Allah yang lebih besar diberikan kepada saya…

Rezeki itu adalah Kesempatan untuk mempelajari Bahasa paling mulia, dunia dan akhirat…Bahasa para penghuni syurga…Ya!! Bahasa itu adalah Bahasa Arab di sebuah Ma’had ( Universitas ) (alhamdulillah dengan biaya yang relatif murah, jika tak mau dikatakan seperti dapat beasiswa )…he2

Alhamdulillah, Dengan niat sederhana untuk mengetahui apa arti bacaan yang saya baca dalam sholat dan memahaminya sehingga saya lebih khusyu’, maka dimulailah  FASE PERJALANAN SPIRITUAL-ku yg kedua…

Ditengah himpitan  dan jerat duniawi, kesibukan Pekerjaan dan tugas sebagai seorang suami dan Bapak, dengan keMAHA KUASAAN-NYA, Allah memberikan saya sebuah jalur/ lorong yg seolah-olah saya seperti dimudahkan untuk tetap bisa menimba ilmu, meski secara nalar akal, jam kerja dan waktu kuliahku tidak bersahabat…dan tidak mungkin rasanya dapat dilakukan aktivitas itu dalam sehari.. Allahu Akbar!

Dalam mengarungi rutinitas ini, saya berjumpa dan memahami sebuah hadits yang sangat membekas dalam hati, karena saya sudah mengalaminya sendiri…hadits agung itu berbunyi :

“Barangsiapa yang dikehendaki Allah kebaikan, maka difaqihkan (diberi pemahaman) ia tentang ilmu agama.”

[HR Bukhari, Muslim: 3/175]

Saya betul-betul merasakan Allah begitu menghendaki kebaikan kepada diri saya ini…

Dari level terendah saya memulai belajar Bahasa Arab, yakni level Tamhidiy ( Dasar)..

Meski kerap dipandang sepele, namun justru di kelas ini, saya menemukan “kebaikan” itu…yakni jalan untuk mulai memahami agama mulia ini…

Di Kelas ini, saya menemukan banyak teman yang membuatku termotivasi memperdalam ilmu agama dan cabang ilmu, yg membuatku berkenalan dengan paham-paham juga aliran-aliran, politik Islam, organisasi penyeru Khilafah…Namun yang paling berkesan adalah Ilmu tentang AL-QUR’AN…( sehingga kemudian, saya memutuskan untuk “S2″, maksud saya, saya kuliah di 2 tempat, yakni bahasa Arab dan kuliah untuk Hafidz Al-Qur’an )

Di Kelas “TK” (saya sebut seperti ini, karena benar2 kita diajar ngomong bahasa Arab seperti anak TK..he2)  ini, kami mulai menghafal Al-Qur’an, mulai dari juz 30..( karena keterbatasan, kami hanya disuruh menghafal sebagian surat saja yakni : An-Naba, An-Nazi’at, Al-Abasa, At-Takwiir, Al-Infithoor, dan Al-Muthoffifiin…Alhamdulillah, 1 semester itu telah merubahku, insya Allah menjadi lebih baik…( hafal beberapa surat AL-Qur’an )

Kemudian, Allah memberikanku kembali ujian menuju ke FASE PERJALANAN-ku yang ke-3..

sembari kuliah, perkenalanku dengan dunia Blog dan Facebook, yang sebelumnya hanya untuk ajang silaturrohmi dan menulis (terkadang) hanya status tak berguna dan sepele spt “baru habis lunch nih, pake bakso..ato seperti ” AC Milan menang 3-0 atas Lecce” dan hal remeh temeh lainnya..

Dengan kekuasaan dan Kebijaksanaan Allah memberiku petunjuk dan kelapangan untuk membuka kemudian membaca lalu mempelajari sebuah blog yang amat sangat menarik, yakni Blog mistisfiles yang ditulis oleh Cikgu Srikandi (seorang blogger dari Tanah Melayu, Malaysia) yang menyentak dan mengguncang akal pikiran…mengenai sejarah dan tanggung jawab Bangsa Melayu di akhir zaman, yang kemudian dilengkapi dengan sebuah halaman FB dinar emas, yang melengkapi ilmu penting yang saya pelajari mengenai ilmu akhir zaman…

FASE PERJALANAN SPIRITUAL YANG KE-3 pun resmi dimulai…

Dinar, dirham juga beberapa komoditas saya kumpulkan…

Artikel dan forum diskusi di halaman Dinar Emas senantiasa saya nanti dan ikuti..Bahkan peringatan demi peringatan begitu menggetarkan hati…

Seluruh tabungan saya, untuk pendidikan anak, hari tua, untuk berhaji—saya TARIK/REMOVE dari Bank2!!

Begitu luar biasa, pengaruh halaman FB ini…Dan saya berterimakasih kepada Allah, telah memberikan ilmu-Nya melalui manusia-manusia berani dan cerdas pembuat Akun Halaman FB Dinar Emas dan Blog MistisFiles serta Ulama jg ahli Ilmu Eschatology seperti Syeikh Imran Hussein..

Namun kemudian Allah memberikan kepahaman…Ilmu dari mereka adalah dasar/pintu menuju ilmu yg lebih tinggi lagi…

sesuai dengan pesan mereka bahwa: ” ilmu ini tidak hanya bisa didapat dari internet saja …” Saya pun mencari dan mencari…

Setelah pergulatan batin kemudian ilmu juga spiritual…melalui diskusi, pencarian ilmu, doa juga sholat hajat…( trims utk saudara Faiz Abd Wahab )…

Tasawwuf kah jalannya?????

Pencarian demi pencarian saya lakukan….Namun Allah Maha Penyayang dan Maha Mendengar..

Ditengah kebingungan dan penantian menemukan guru mursyid, Allah menunjukkan sebuah jalan…Tasawwuf??

BUKAN…ternyata BUKAN TASAWWUF jawaban doa ditengah malamku…jawaban doa sholat hajatku…bukan dia,,,

Lalu APA???

Allah kemudian memberiku kesempatan untuk memperjalankan diriku yang dhoif ini dalam FASE PERJALANAN KE-4!!

Dan disinilah diri ini, masih mengawali FASE KE-4 ini…

FASE ini dimulai setelah pergulatanku terbayar lunas oleh amalan dan niatku…

Selama setahun sebelumnya, saya melaksanakan puasa Dawud…(alhamdulillah)

Ditengah keterbatasanku, amalan puasa sunnah paling utama ini menumbangkan segala kebodohanku, mengurangi kelemahanku, meningkatkan kekuatanku…maka, 2 tahun pergolakan batin, spiritual, agama…1 tahun menempa lahir bathin dengan Puasa Dawud..

amalan-amalan dzikir, sholat tahajjud, sholat hajat, sholat taubat…dzikir asmaul husna…

Terobati ketakutan, terjawab pertanyaan, terbayar lunas pengorbanan (yang baru sedikit) oleh Allah yg Maha Adil, Maha Mengetahui, Maha Kuasa, dan Maha atas segala Ke-Maha-an!!

Dilunasi oleh waktu yang singkat namun penuh makna..3 HARI…3 Hari??????

hanya 3 hari untuk jawaban semua itu???

Betul…hanya 3 hari saja…:)

3 hari yg membuatku…menemukan hakekat hidup…menemukan misi dan visi kedepan…menjawab semua… menghilangkan semua ketakutan…dan yang terutama adalah MENEGUHKAN KEIMANAN…

Yaa..Saudara mungkin tahu, kemana selanjutnya tulisan ini akan bermuara… 

3 Hari bersama saudara-saudaraku, keluar di Jalan Allah ( Khuruj Fii Sabiilillah)..

Berawal di sebuah malam jum’at, saya berpamitan kepada Istri ( semoga Allah memberikan kepadamu dan putera kita, hidayah dan keberkahan hidup juga kepahaman agama serta Iman yang sempurna) karena telah rela melepas saya keluar di jalan Allah selama 3 hari, amiin)….

Kemudian dengan mantap, saya berkumpul dengan jama’ah di sebuah Masjid Raya…Selesai Sholat Isya’ berjama’ah, kami mendengarkan ceramah yang merasuk kalbu…Setelah selesai, saya diajak oleh saudaraku yang mengajakku untuk keluar di Jalan Allah ini, untuk Tho’am (makan malam)…

Dengan hangat, dia mempersilahkan saya duduk dan di ruangan Masjid telah tergelar soprah ( kain untuk meletakkan nampan )…diatasnya telah ada nampan berisi lauk sederhana…Kami berempat duduk dengan sunnah Rasul, makan dengan sunnah Rasul…Berjama’ah….( hidangan dengan lauk tahu, sayur kangkung plus sambal itu terasa nikmat)

Setelah kami selesai Tho’am, kami pun duduk dengan khidmat untuk mendengarkan Bayan Hidayah…Sebuah rangkaian sebelum kami terjun untuk keluar di jalan Allah…Rangkaian pesan, nasehat dan hadits yang mulia merasuk dalam kalbu dan menentramkan jiwa…Dari tho’am itu, kemudian Bayan Hidayah kemudian perjalanan FASE Ke-4 ini pun dimulai….

Pertanyaan demi pertanyaan yang selama ini mendekam dalam kusutnya otak, tiba-tiba Biiznillah, terurai dengan sempurna menjadi benang lurus, yang penuh kejelasan…

HAKIKAT MANUSIA…

Ketenangan menjadi sahabatku…Iman pun semakin menjadi modalku..Ilmu dan Taqwa menjadi landasanku…Namun dari jama’ah yang tawadhu ini kutemukan bahwa :

ILMU tanpa IMAN, itu akan menghancurkan..dan IMAN tanpa ILMU itu tidak sempurna…

Namun yang luar biasa itu adalah :

IMAN dan ILMU akan menjadi satu kesatuan yang penuh berkah dan dapatkan ridlo-Nya jika DIAMALKAN, DISEBARKAN DAN DITABLIGHKAN ( untuk mengajak banyak orang  melaksanakan ajaran Islam ini dengan kaffah)…. Read more…

MARI MENUNTUT ILMU YANG UTAMA, SAUDARA-SAUDARIKU…

21 September 2011 Tinggalkan Komentar

Bismillahhirrohmaanirrohim..
Kubersaksi tiada Tuhan selain Allah,
Kubersaksi Nabi Muhammad adalah Rasulku, Penutup Para Nabi..

Assalaamu’alaikum…

Alhamdulillah, Allah masih memberikan kita nikmat, yakni nikmat IMAN, juga kesehatan sehingga kita dapat dengan riang gembira membaca artikel sederhana namun insya Allah penuh makna ini..

Dimana, catatan ini saya tujukan khusus untuk para pencari ilmu, yang gemar mencari ilmu dan mengamalkannya.Tentunya ilmu yang dituntut adalah ilmu untuk kebaikan…bukan ilmu “hitam”:)

Dimana sama-sama kita ketahui berdasarkan karya dari Imam Ibnu Al-Jauzy dalam Kitabnya yang tersohor yakni Shaidul Khotir dijelaskan bahwa umur itu terbatas sedangkan ilmu itu tak terbatas. Sehingga manusia yang arif & cerdas adalah manusia yang mempelajari ilmu yang utama. Read more…

ISI KITAB TALMUD & KEKEJAMAN YAHUDI

9 September 2011 Tinggalkan Komentar

Bismillahhirrohmaanirrohiim..

Assalaamu’alaikum…

Dengan Rahmat Allah Subhaanahu wa ta’ala, saya bisa memposting sebuah catatan yang saya harap setelah membaca artikel ini, keimanan kita dan wawasan saudara-saudariku bisa terbuka, bahwa sesungguhnya Yahudi adalah musuh abadi kita sampai akhir zaman..Dan artikel ini menjelaskan mengapa sedemikian bencinya Yahudi kepada non Yahudi, khususnya Muslim, sehingga bertindak semena-semena dan tanpa belas kasihan..

Kenapa ini bisa terjadi??

Hal itu disebabkan karena kekerasan, kebencian, kekejaman yang dilakukan Yahudi laknatullah ini sudah diajarkan dalam Kitab Suci mereka!

Jika saudara-saudari tidak percaya silahkan langsung saja membaca isi dari ajaran sesat mereka yang tertulis dalam Kitab mereka dibawah ini.

Semoga Allah memberikan petunjuk dan memberikan kita tambahan keimanan dan kekuatan untuk mempersiapkan diri menghadapi musuh akhir zaman kita, suatu saat nanti….insya Allah.

Selamat membaca..

ISI-ISI KITAB TALMUD YANG KONTROVERSIAL ITU ADALAH :

*“Hanya orang-orang Yahudi yang manusia, sedangkan orang-orang non Yahudi bukanlah manusia, melainkan binatang.” (Kerithuth 6b hal.78, Jebhammoth 61a)

*“Orang-orang non-Yahudi diciptakan sebagai budak untuk melayani Read more…

SURAT BALASAN IMAM HASAN AL-BASHRI UNTUK KHALIFAH UMAR BIN ABDUL AZIZ

8 September 2011 Tinggalkan Komentar

Bismillahhirrohmaanirrohimm..

 

Inilah Surat Balasan dari Imam Hasan Al Bashri yang penuh dengan mutiara-mutiara nasihat yang bernilai tinggi untuk dijadikan bekal oleh Khalifah Umar bin Abdul Aziz dan Insya Allah, bisa kita tanamkan dalam hati dan aplikasikan dalam hidup sehari-hari…minimal kita bisa tau & memilih kriteria pemimpin yg bagus itu spt apa..syukur2, kalo akhirnya kita pun bisa menjadi seorg pemimpin besar itu sendiri, amin:)

insya Allah..smoga bermanfaat & Allah memberikan hidayah-Nya utk kita semua..

Selamat membaca & mengaplikasikannya:)

 

Isinya sebagai berikut : Read more…

10 RENCANA JAHAT FREEMASONRY-ORGANISASI PENYEMBAH SYAITAN & DAJJAL!!

8 September 2011 Tinggalkan Komentar

Assalaamu’alaikum…

Alhamdulillah..syukur kpd Allah, karena kita masih diberikan nikmat kesehatan sehingga sampai detik ini, kita masih bisa dgn leluasa duduk membaca artikel yg sengaja saya share kpd saudara-saudariku, sbg suatu renungan..dan smoga saja menjadi suatu manfaat yg dapat kita gunakan dlm mengantisipasi fitnah2 dan segala jenis penyesatan yg dilakukan oleh musuh kita yg nyata yakni Iblis beserta balatentaranya…Artikel ini sy ambil dari sebuah blog yg insya Allah sumbernya terpercaya dan tidak akan menyimpangkan kita dari agama kita, yakni Islam sesuai petunjuk Al-Qur’an dan AL-Hadits…Ok, ini dulu pengantarnya..Selamat membaca dan semoga Allah memberikan petunjuk dan Hidayah-Nya..amiin Yaa Robbal ‘Aalamiin!

10 rencana freemasonry

Program Pertama dinamakan “Takkim”, yaitu:1. Pada masa Isa a.s.

Orang-orang Yahudi dengan segala tipu daya ingin membunuh Nabi Isa a.s. diantaranya fitnahan keji “ingin menjadi Raja Yahudi” yang disampaikan pada Read more…

KISAH PARA PENGHAFAL AL-QUR’AN – SEMOGA MENAMBAH MOTIVASI!!

8 September 2011 Tinggalkan Komentar

 

Ummu Shalih, 82 tahun, Penghafal Al-Qur’an

Tulisan ini saya ambil dari RUBRIK KELUARGA pada Majalah Ad-Dakwah. Majalah Ad-Dakwah selalu menghadirkan kepada para pembacanya kisah-kisah yanq penuh keteladanan dan juga berbagai informasi yang menyejukkan hati.

Berikut ini adalah salah satu pengalaman nyata yang dimuat dalam majalah tersebut. Mari kita simak bersama!

 

Ummu Shalih. 82 tahun, mulai menghafal Al-Qur’an pada usianya yang ke-70. Tamasyanya ke taman hafalan Al-Qur’an, sungguh sangat menginspirasi. Cita-citanya yang tinggi, kesabaran, dan juga pengorbanannya patut kita teladani.

Inilah hasil wawancara dengan Ummu Shalih.

Motivasi apa yang mendorong Anda untuk menghafalkan Al-Qur’an pada umur yang setua ini?

Sebenarnya, cita-cita saya untuk menghafal Al-Qur’an sudah tumbuh sejak kecil. Kala itu ayah selalu mendoakanku agar menjadj hafizhah Al-Qur’an seperti beliau dan juga seperti kakak laki-lakiku. Dari hal itulah, aku mampu menghafal beberapa surat —kira-kira 3 juz.

Ketika usiaku menginjak 13 tahun, aku menikah. Tentu setelah itu aku tersibukkan dengan urusan rumah dan anak-anakku. Ketika aku dikaruniai 7 (tujuh) orang anak, suamiku wafat. Karena ketujuh buah hatiku masih kecil-kecil, maka seluruh waktuku tersita untuk mengurusi dan mendidik mereka.

Nah, ketika mereka sudah dewasa dan berkeluarga, maka waktu ku pun kembali luang. Dan hal yang pertama kali aku tunaikan adalah mencurahkan tenaga dan waktuku untuk mewujudkan cita-cita agungku yang tertunda untuk menghafal Kitabullah Azza wa Jalla.

Bagaimana awal perjalanan Anda dalam menghafal?

Aku mulai menghafal kembali ketika putri bungsuku masih duduk di bangku Tsanawiyah (SMP). Dia salah satu putriku yang paling dekat denganku, dan dia sangat mencintaiku. Sebab kakak-kakak perempuannya telah menikah dan disibukkan dengan kehidupan baru mereka. Sedangkan, dia (putri bungsuku) tinggal bersamaku. Dia sangat santun, jujur, dan mencintai kebaikan.

Putri bungsuku pun bercita-cita untuk menghafal Al-Qur’an—terlebih ketika ustadzahnya menyemangati dirinya. Dari sinilah, saya dan juga putri bungsuku menghafal Al-Qur’an, setiap hari 10 ayat.

Bagaimana metode yang Anda gunakan untuk menghafal?

Setiap hari, kami hanya menghafal 10 ayat saja. Pada ba’da Ashar, Kami selalu duduk bersama. Putriku membaca ayat, kemudian aku menirukannya hingga 3 (tiga) kali. Setelah itu putriku menerangkan makna dari ayat-ayat yang Kami baca. Lantas membaca kembali ayat-ayat tersebut hingga 3 (tiga) kali.

Keesokan harinya, sebelum berangkat ke sekolah putriku mengulangi ayat-ayat tersebut untukku. Tak cukup itu saja, saya pun menggunakan tape recorder untuk mendengar murattal Syaikh Al-Hushairi, dan aku mengulanginya hingga 3 (tiga) kali. Aku pun mendengar murattal tersebut pada sebagian besar waktuku.

Kami menetapkan hari Jum’at, khusus untuk mengulangi kembali ayat-ayat Read more…

KUNCI KERAJAAN SURGA (KINGDOM OF HEAVEN)

19 Agustus 2011 Tinggalkan Komentar

Assalamualaikum

 

Kisah ini saya ambil dari portal www.dinar-emas.com.

 

Sebuah kisah yang semoga dapat meningkatkan Keimanan kita bahwa Islam adalah agama yang lurus dan hanya Islam yang diakui oleh Allah..

 

Kisahnya adalah sebagai berikut :

 

Ada seorang pemuda arab yang baru saja menyelesaikan bangku kuliahnya di Amerika. Pemuda ini adalah salah seorang yang diberi nikmat oleh Allah berupa pendidikan agama Islam bahkan ia mampu mendalaminya. Selain belajar, ia juga seorang juru dakwah Islam. Ketika berada di Amerika, ia berkenalan dengan salah seorang Nasrani. Hubungan mereka semakin akrab, dengan harapan semoga Allah SWT memberinya hidayah masuk Islam.

 

Pada suatu hari mereka berdua berjalan-jalan di sebuah perkampungan di Amerika dan melintas di dekat sebuah gereja yang terdapat di kampong tersebut. Temannya itu meminta agar ia turut masuk ke dalam gereja. Mula mula ia keberatan, namun karena desakan akhirnya pemuda itu pun memenuhi permintaannya lalu ikut masuk ke dalam gereja dan duduk di salah satu bangku dengan hening, sebagaimana kebiasaan mereka. Ketika pendeta masuk, mereka serentak berdiri untuk memberikan penghormatan lantas kembali duduk.

 

Di saat itu, si pendeta agak terbeliak ketika melihat kepada para hadirin dan berkata, “Di tengah kita ada seorang muslim. Aku harap ia keluar dari sini.” Pemuda arab itu tidak bergerak dari tempatnya. Pendeta tersebut mengucapkan perkataan itu berkali-kali, namun ia tetap tidak bergerak dari tempatnya. Hingga akhirnya pendeta itu berkata, “Aku minta ia keluar dari sini dan aku menjamin keselamatannya. ” Barulah pemuda ini beranjak keluar.

 

Di ambang pintu, pemuda bertanya kepada sang pendeta, “Bagaimana anda tahu bahwa saya seorang muslim.” Pendeta itu menjawab, “Dari tanda yang terdapat Read more…

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.